Reliance Sekuritas Jagokan 4 Saham, Ada MEDC Hingga ESSA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (17/11/2025), diprediksi bergerak dalam rentang 8.293-8.429 dengan cenderung menguat. Emapt saham MEDC, ELSA, CPIN, dan ESSA direkomendasikan beli.
Reliance Sekuritas menyebutkan bahwa secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk doji (reversal pattern), masih di atas MA20, indikator MACD golden cross. “Dengan demikian, kami memprediksi IHSG hari ini akan mengalami penguatan dengan saham pilihan MEDC, ELSA, CPIN, dan ESSA,” tulisnya.
Baca Juga
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi pelemahan indeks utama bursa AS akibat aksi tunggu investor terkait data ekonomi yang akan dirilis dalam beberapa hari mendatang menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve berikutnya pada bulan Desember. Pada pagi ini, mayoritas bursa saham Asia dibuka melemah, sepertiindeks Nikei 225 turun -1.77% dan Kospi -3.81%.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham MEDC dengan target harga Rp 1.460, ELSA dengan target harga Rp 610, CPIN dengan target harga Rp 5.425, dan ESSA dengan target harga Rp 780.
Adapun, IHSG sepanjang pekan lalu mengalami penurunan sebanyak 24,15 poin (0,29%) menjadi 8.370. Rentang pergerakan 8.338-8.478. Penurunan tersebut memicu kapitalisasi (market cap) pasar saham menjadi Rp 15.316 triliun.
Baca Juga
MIND ID Perkuat Tata Kelola Mineral dan Batu Bara di Tengah Revisi RKAB Jadi 1 Tahun
Pelemahan ini dipicu pelemahan saham-saham big cap dengan sektor penekan sektor keuangan dengan pelemahan 1,12%, sektor kesehatan 1,61%, sektor konsumer primer 0,70%, sektor konsumer non primer 0,09%, dan sektor material dasar 0,03%. Sebaliknya kenaikan masih melanda saham sektor infrastruktur, transportasi, property, dan energi.
Sedangkan saham yang menjadi penekan utama indeks pekan ini datang dari penurunan saham big cap, seperti DSSA melemah 8,8%, BBCA turun 2,88%, AMMN melemah 6,05%, BBRI turun 2,01%, BREN melemah 2,26%, dan CUAN turun 6,11%. Sebaliknya penopang indeks dari kejatuhan adalah saham MORA, BUMI, BRPT, TLKM, dan GOTO.
Pemodal asing justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham bernilai jumbo Rp 3,84 triliun pekan ini didukung adanya crossing saham dari domestic ke asing melalui pasar negosiasi. Bahkan, net buy pekan ini mengalahkan nilai pekan sebelumnya mencapai Rp 3,45 triliun.

