Target Harga Saham Summarecon (SMRA) Dipangkas Saat Laba Melesat, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – Meski kinerja keuangan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) sepanjang tahun 2024 melesat hingga lampaui estimasi sejumlah analis, Sucor Sekuritas memilih untuk merevisi turun target harga saham SMRA.
SMRA berhasil membukukan peningkatan pesat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 79,30% menjadi Rp 1,37 triliun tahun 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 765,96 miliar.
Peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pesat pendapatan dari Rp 6,65 triliun menjadi Rp 10,62 triliun tahun 2204. Perseroan laba usaha meningkat dari Rp 1,91 triliun menjadi Rp 3,73 triliun. Padahal, perseroan mencatatkan kenaikan beban umum dan penjualan.
Baca Juga
Summarecon (SMRA) Torehkan Lompatan Laba 79,30%, Nilainya Jadi Segini
“Penurunan daya beli masyarakat dan pengetatan likuiditas perbankan akan menjadi hambatan baru industry property tahun ini. Hambatan ini diperkirakan bisa mengganggu performa SMRA dalam 1-2 tahun ke depan,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas merevisi turun target harga saham SMRA menjadi Rp 640 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Meski target harga dipangkas, potensi cuan dari saham pengembang property Summarecon ini masih menggiurkan, dibandingkan dengan harga saham SMRA kemarin Rp 400.
Sucor Sekuritas
Target hargat tersebut juga telah mempertimbangkan lompatan laba perseroan tahun lalu sejalan dengan ekspansi massif portofolio pendapatan berulang perseroan. Target harga tersebut memperkirakan rasio PB sekitar 0,9 kali dan potensi pertumbuhan jangka panjang perseroan masih kokoh.
Baca Juga
Green Power (LABA) Ungkap Aksi Korporasi Besar hingga Aksi Pengendali Ini
Sucor Sekuritas memperkirakan penjualan marketing (marketing sales) SMRA tahun ini hanya bertumbuh tipis menjadi Rp 4,5 triliun, dibandingkan raihan tahun lalu sekitar Rp 4,36 triliun.
Realisasi marketing sales perseroan tahun lalu hanya merefleksikan sebanyak 87% dari target yang telah ditetapkan manajemen untuk tahun 2024. Penyumbang terbesar marketing sales terbesar berasal dari Summarecon Bandung, Bogor, dan Tangerang.

