Bertumbuh Impresif, Fintech bisa Menjadi Mesin Pertumbuhan GOTO
JAKARTA, investortrust.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) merilis kinerja keuangan tahun 2024 yang solid ditunjukkan rugi bersih turun signifikan dan metrik keuangan operasional EBITDA Grup yang disesuaikan positif lampaui pedoman.
Sedangkan segmen bisnis Financial Technology (Fintech) menjadi sorotan di tengah lompatan kinerjanya. Dengan tren pertumbuhan yang impresif serta strategi sinergi ekosistem yang dijalankan oleh perseroan, segmen bisnis ini diharapkan menjadi mesin pertumbuhan perseroan menuju profitabilitas ke depan.
Data kinerja keuangan GOTO mengungkap bahwa rugi periode berjalan tersisa Rp 5,5 triliun di sepanjang tahun 2024 atau membaik 94%, dibandingkan tahun 2023. Begitu juga dengan EBITDA Grup yang disesuaikan positif Rp 386 miliar secara proforma.
Baca Juga
GTF Catat Lonjakan Pendapatan Bersih 372% di 2024, Pinjaman Tumbuh 172%
Proforma sendiri merupakan basis kinerja yang mengasumsikan Tokopedia dan usaha pengiriman dan fulfillment di bawah GoTo Logistics telah didekonsolidasi dari Grup GoTo sejak 1 Januari 2023.
Capaian EBITDA Grup yang disesuaikan positif tersebut melampaui pedoman untuk capai titik impas (breakeven) keseluruhan tahun 2024. Unit usaha On-Demand Services (ODS) dan Fintech juga mencatatkan EBITDA yang disesuaikan positif.
Unit Fintech melaporkan kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan positif Rp 14 miliar pada kuartal IV-2024 hal ini sesuai pedoman yang disampaikan pada paparan kinerja kuartal III-2024.
“Awalnya Fintech diharapkan capai profitabilitas di tahun 2025, tetapi GoTo mampu mengakselerasinya setahun lebih cepat. Ini merupakan capaian yang positif. Dari sisi pertumbuhan juga impresif sehingga Fintech memang akan menjadi motor pertumbuhan dan profitabilitas GoTo ke depan” ujar analis OCBC Sekuritas Gani dalam komentar pasarnya.
Baca Juga
GOTO Optimistis Cloud dan AI akan Jadi Sumber Efisiensi Baru Tahun Ini
GOTO mengungkapkan bahwa pengguna bertransaksi bulanan Fintech pada kuartal IV-2024 mencapai 20,2 juta. Pertumbuhan pengguna bertransaksi bulanan Fintech pada kuartal IV-2024 mencapai 35% year-on-year. Rata-rata transaksi bulanan per pengguna juga tumbuh 18% secara year-on-year.
“Keunggulan ekosistem GoTo adalah unit bisnis fintech yang menggabungkan model consumer payment dan lending. Kombinasi keduanya terbukti sukses terutama setelah aplikasi GoPay di spin-off menjadi aplikasi standalone pada pertengahan 2023” tambahnya.
Dari sisi produk pinjaman yang mencakup Buy Now Pay Later (BNPL) dan pinjaman tunai, nilai penyalurannya mencapai Rp 5,2 triliun per akhir Desember 2024 atau tumbuh 172% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Perseroan juga menargetkan penyaluran pinjaman bisa mencapai lebih dari Rp 8 triliun sampai akhir Desember 2025.
Baca Juga
Begini Target Harga Saham GOTO Usai Cetak EBITDA Disesuaikan Rp 386 Miliar di 2024
Gani menilai, target penyaluran pinjaman tersebut feasible untuk dicapai oleh GoTo dengan melihat tren pertumbuhan yang impresif serta strategi sinergi ekosistem yang dijalankan oleh Perseroan.
“Pendapatan bruto Fintech tumbuh 95% year-on-year baik untuk kuartal IV-2024 maupun keseluruhan tahun buku 2024, sedangkan GTV dan GTV inti masing-masing tumbuh 30% dan 65% untuk tahun buku 2024, ini menunjukkan bahwa tingkat monetisasi yang semakin baik” ujarnya.
Dengan memacu unit usaha Fintech, Gani optimistis GoTo bisa akselerasi profitabilitas melihat tren pertumbuhan, monetisasi, dan perbaikan margin yang juga didongkrak dengan strategi manajemen risiko yang baik.

