IHSG Berpotensi Mendekati Resistence 6.970, BRIDS Jagokan Saham Ini
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi keluar dari konsolidasi jangka pendek. Hal ini ditandai dengan tren pergerakan yang mulai mendekati resisten 6.970.
Jika resisten 6.970 ditembus, IHSG dinilai berpotensi melanjutkan trend bullish dengan target jangka pendek di posisi 7.055. Sedangkan dalam jangka menegah bisa mencapai posisi 7.100. Hari ini IHSG berpotensi menguat dengan range pergerakan support 6.920 dan resisten 6.970.
Melihat tren pergerakan IHSG tersebut, Investment Specialist BRIDS menjagokan saham-saham berikut:
Baca Juga
Beban Bunga Lebih Rendah dari Perkiraan, Target Saham Jasa Marga (JSMR) Direvisi Naik
BUKA – Trading Buy
Last Price : 220 - 270
Saham ini dinilai masih dalam trend sideways, dengan posisi harga baru memantul dari support MA 20. Pada perdagangan hari ini berpotensi melanjutkan penguatan menuju TP terdekat.
ENRG – Trading Buy
Trading Range : 220 - 280
Pada trenjangka menengah, saham ENRG diprediksi bullish. Diperkirakan, harga berhasil naik melampaui support MA20. Hari ini diperkirakan masih melanjutkan kenaikan menuju TP terdekat.
PTPP – Trading Buy
Trading Range : 540 - 660
Saham ini dalam tren sideways, dengan harga breakout resisten minor 605 dengan volume meningkat signifikan. hari ini berpotensi melanjutkan kenaikan menuju TP terdekat.
Baca Juga
Saham Teknologi Topang Penguatan Wall Street, Indeks Nasdaq Melonjak 1,7%
Selain merekomendasikan beli tiga saham tersebut, BRIDS juga merekomendasikan untuk memantau saham Medco Energy (MEDC) dan Bank Negara Indonesia (BBNI).
Saham MEDC direkomendasikan karena kinerja keuangannya diperkirakan akan meningkat pada 3Q23 seiring, Prediksi ini dikaikan dengan emiten AMMN yang mulai melanjutkan ekspor sejak 24 Juli 2023.
“Lebih lanjut, analis kami belum merubah proyeksi pendapatan FY23/24 dan masih merekomendasikan BUY MEDC dengan TP IDR1,300,” demikian catatan riset BRIDS.
Baca Juga
IHSG Cenderung Lanjutkan Penguatan, Pantau BUKA, ENRG, dan PTPP
Saham Bank Negara Indonesia BBNI direkomendasikan karena perseroan melaporkan laba bersih tujuh bulan 2023 senilai senilai Rp 12,t triliun atau meningkat 13.9% secara yoy.
Peningkatan kinerja BBNI salah satunya ditopang oleh pertumbuhan pinjaman sebesar 6.9% YoY. “Lebih lanjut, Analis kami meemperkirakan laba FY23 dapat mencapai IDR21.8tn (+19.2% YoY) dan merekomendasikan BUY BBNI dengan TP IDR12,000,” demikian riset BRIDS.

