Rancang ‘Buyback’ Saham Rp 300 Miliar, Manajemen Sido Muncul (SIDO) Ungkap Tujuan Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) berencana menggelar pembelian kembali (buyback) saham dengan perkiraan dana maksimal Rp 300 miliar. Jumlah ini belum termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya terkait dengan pembelian kembali saham.
Perseroan pun membatasi harga pembelian kembali sampai maksimum Rp 760 per saham. “Perkiraan jumlah lembar saham yang akan dibeli kembali kurang lebih sebesar 1.5% atau kurang lebih 450 juta saham dari total saham telah dikeluarkan perseroan,” tulis manajemen SIDO dalam berkas di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (17/3/2025).
Baca Juga
Begini Prospek dan Target Saham Sido Muncul (SIDO) Usai Cetak Kenaikan Laba di 2024
Manajemen SIDO menegaskan bahwa jumlah maksimum saham yang dapat dibeli kembali tetap akan memperhatikan jumlah saham free float perseroan. Dengan kata lain, setelah buyback Sido Muncul memastikan jumlah saham free float tidak kurang dari 10% atas jumlah saham tercatat, sesuai ketentuan dan peraturan berlaku.
Rencana buyback dan jumlah dana yang dibutuhkan tersebut akan diajukan oleh manajemen pada rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan pada 2 Mei 2025. Bila disetujui oleh pemegang saham, buyback tersebut dapat dilaksanakan Sido Muncul mulai 3 Mei 2025 sampai 2 Mei 2026.
“Kami bermaksud mendapatkan persetujuan para pemegang saham melalui RUPST untuk menyetujui rencana pembelian kembali saham dengan pertimbangan harga saham perseroan saat ini belum mencerminkan harga yang wajar berdasarkan kinerja perseroan,” ungkap manajemen Sido Muncul.
Perseroan berencana untuk menyimpan saham yang telah dibeli kembali sebagai saham treasuri dan dapat sewaktu-waktu melakukan pengalihan atas saham tersebut, sesuai POJK no.29/2023. Namun cara pengalihan saham yang akan diprioritaskan Sido Muncul adalah penjualan kembali melalui BEI.
Baca Juga
Laba Sido Muncul (SIDO) Melesat 23,18% di 2024, Sedangkan 2025 Ditargetkan Naik Segini
Sido Muncul pun menegaskan, aksi korporasi mereka tidak akan berdampak signifikan terhadap penurunan pendapatan perseroan. Sebab sampai saat ini, perseroan masih memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai untuk operasional perusahaan.
Manajemen justru mengungkap bahwa buyback saham justru dapat meningkatkan proforma laba bersih per saham dasar, serta imbal hasil aset dan imbal hasil ekuitas. Dalam perkiraan mereka, bila buyback dilakukan maka laba bersih per saham dasar akan naik dari Rp 39,03 menjadi Rp 39,61.
Sedangkan imbal hasil aset dan imbal hasil ekuitas, masing-masing dari jadi 32% dan 37% dari 30% dan 34%.

