BNI Sekuritas Ungkap Pentingnya Partisipasi Perempuan di Pasar Modal Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas), secara aktif mendorong keterlibatan perempuan di pasar modal. Keterlibatan perempuan diharapkan bisa membantu untuk menciptakan ekonomi yang lebih inklusif dan berdaya saing
Menurut data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pada 2024 jumlah investor di pasar modal Indonesia mencapai 14,87 juta atau meningkat 22,19% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 12,03 juta.
Meski mayoritas investor pasar modal masih didominasi oleh laki-laki sebesar 62,35%, investor perempuan tak mau kalah dengan tren peningkatan menjadi 37,65% dengan total aset Rp 510,85 triliun.
Baca Juga
BNI Sekuritas Kembali Proyeksikan IHSG Tembus 8.000 pada 2025
Selain itu, perempuan memainkan peran penting dalam investasi surat berharga negara (SBN) ritel, dengan kontribusi rata-rata 56% per tahun sejak dimulainya e-SBN pada 2018 berdasarkan data dari Kemenkeu.
Plt Direktur Utama BNI Sekuritas Vera Ongyono mengatakan, peningkatan peran di pasar modal ini tidak terlepas dari banyaknya perempuan yang sudah terbiasa mengelola berbagai tanggung jawab, baik dalam rumah tangga atau sektor lainnya. Pengalaman ini melatih mereka untuk menganalisis dan membuat keputusan tegas dalam situasi yang dinamis dan penuh tantangan.
Sumber KSEI
“Selain itu, banyak dari mereka yang memegang peran penting dalam keuangan keluarga, sehingga investor perempuan berkontribusi lebih dengan mengelola keuangan melalui investasi,” kata Vera dalam keterangan resminya Senin, (17/3/2024).
Melihat fenomena ini, Vera bersama BNI Sekuritas merasa penting untuk terus membangun pasar modal yang inklusif dan mendukung kesetaraan gender. BNI Sekuritas berkomitmen untuk menciptakan peluang yang setara bagi perempuan di berbagai level, baik sebagai investor maupun pemimpin.
Baca Juga
BNI Sekuritas Predisi Ekonomi Global akan Tumbuh Melambat di 2025 Dipengaruhi Sejumlah Faktor Ini
Vera percaya bahwa pasar modal harus memberikan ruang bagi siapa saja untuk berkembang tanpa memandang gender. “Kesetaraan di pasar modal bukan hanya tentang membuka peluang, tetapi juga menciptakan ekosistem yang mendukung perempuan untuk berkembang," tutur Vera.
Sejak 2019, representasi perempuan di posisi kepemimpinan senior di BNI Sekuritas telah mengalami peningkatan signifikan, dari hanya 10% pada tahun 2019 menjadi 33% pada tahun 2023. Selama lima tahun terakhir, tenaga kerja perempuan di BNI Sekuritas tumbuh sebesar 10% CAGR, lebih tinggi dibandingkan dengan 8% CAGR untuk laki-laki dan 9% CAGR untuk total tenaga kerja di periode yang sama.
Baca Juga
Investor Ritel China Makin Banyak Pakai AI untuk Trading Saham
Vera menambahkan, BNI Sekuritas berupaya untuk memastikan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam perekonomian melalui pasar modal. Oleh karena itu, hingga pada tahun 2024, presentase pegawai BNI Sekuritas yaitu 58% laki-laki dan 42% perempuan.
“Perusahaan terus menekankan pentingnya keberagaman di tempat kerja, serta mendukung semakin banyak perempuan yang aktif berpartisipasi dalam pasar modal. Sebab, peran perempuan di pasar modal sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan dan berkembang," ujar Vera.
Vera juga berharap semakin banyak perempuan Indonesia yang melihat pasar modal sebagai kesempatan untuk berkembang. "Dengan memberikan peluang yang setara, kita bisa membantu menciptakan ekonomi yang lebih inklusif dan berdaya saing," tutupnya.

