Prospek Saham Bank Tetap Kuat, RHB Sekuritas Sebut Koreksi Saat Ini Kesempatan Beli
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten bank dinilai tetap menarik, meskipun terjadi tekanan jual dalam beberapa hari terakhir. Optimisme didukung kondisi politik membaik usai pilpres, pemangkasan suku bunga, dan peningkatan permintaan kredit.
Demikian penjelasan Analis RHB Sekuritas Wan Muhammad Ammar, David Chong, dan Andrey Wijaya dalam riset saham bank yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Baca Juga
Saham Bank Papan Atas Akhirnya Rebound, Penguatan bakal Berlanjut?
“Kami baru-baru ini bertemu dengan manajemen enam bank yang diriset RHB Sekuritas. Dari pertemuan tersebut terungkap pandangan positif manajemen terhadap outlook pertumbuhan kredit bank kuat setelah pemilu satu putaran rampung,” tulisnya dalam risetnya.
Meski demikian tekanan terhadap margin bunga bersih (NIM) bank berpotensi tinggi setidaknya hingga ada pelonggaran aturan GWM atau penurunan tingkat suku bunga perbankan. Penurunan NIM memang bisa memicu keuntungan bank kuartal I tahun ini lebih rendah dari perkiraan.
Tekanan terhadap NIM dipengaruhi ketatnya likuiditas selama periode lebaran dan pembagian dividen. “Kami menduga peningkatan permintaan kredit ditambah likuiditas ketat memperbesar tekanan terhadap NIM bank kuartal I tahun ini,” terangnya.
Baca Juga
Prospek Tetap Kuat, Rekomendasi dan Target Saham Bank Besar Dipertahankan
Salah satu pemicu saham sektor bank tetap kuat, menurut RHB Sekuritas, adalah tuntasnya pemilihan umum presiden satu putaran yang berimbas terhadap permintaan kredit akan meningkat. Kepastian politik tersebut mempercepat ekspansi korporasi yang tentu percepatan pencairan kredit.
Penguatan saham bank juga didukung atas ekspektasi likuiditas akan mulai melonggar setelah lebaran ini. Pelonggaran likuiditas juga akan didukung rencana The Fed memangkas suku bunga pada semester II tahun ini yang bisa mendorong Bank Indonesia untuk melonggarkan kebijakan moneter, seperti penurunan GWM dan pemangkasa tingkat suku bunga. Perbaikan juga didukung keinginan sejumlah bank untuk menaikkan bunga pinjaman kembali.
Meski demikian, RHB Sekuritas menyebutkan, harga saham bank diprediksi bisa lanjut tertekan dalam jangka pendek. Tekanan dipicu aksi ambil untung setelah harga melesat awal tahun dan antisipasi investor terhadap laporan kinerja keuangan emiten bank kuartal I-2024 di bawah ekspektasi.
Baca Juga
Saham Bank Jumbo Dilepas Asing, Bos Bank Mandiri: Kesempatan 'Time to Buy'
Tekanan harga saham bank, terang RHB Sekuritas, juga datang dari kekhawatiran pemotongan The Fed akan mundur dari perkiraan semula yang tentu membuat pelonggaran kebijakan BI tertunda. Penurunan juga dipicu atas valuasi sejumlah saham bank sudah terlalu tinggi.
“Namun demikian, kami melihat bahwa pelemahan harga saham bank saat ini sebagai kesempatan untuk membeli. Kami percaya bahwa penurunan suku bunga BI dan GWM pasti akan datang tinggal menunggu waktu saja,” tulisnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi overwieght saham bank dengan pilihan teratas saham BBNI, BMRI, BNGA, dan BBTN.
Prospek Saham Bank

