Prospeknya Cerah, Bank Mega Syariah Rancang Produk Cicil Emas
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mega Syariah berencana untuk meluncurkan produk cicil emas yang bisa diakses melalui layanan digital. Produk ini ditargetkan sudah tersedia pada awal semester II tahun ini.
Direktur Bisnis Bank Mega Syariah Rasmoro Pramono Aji mengungkapkan, produk ini ditargetkan dapat meluncur di awal semester II tahun 2025. “Itu salah satu pipeline produk yang akan diluncurkan dalam waktu dekat, yaitu produk cicil emas melalui digital,” ujar Rasmoro dalam acara Buka Puasa Bersama & Media Gathering Bank Mega Syariah di Menara Mega Syariah, Jakarta, Kamis (13/3/2025).
Baca Juga
Bukukan Kenaikan 6%, Laba Bank Mega Syariah Capai Rp 253,19 Miliar Sepanjang 2024
Bank syariah yang dimiliki oleh konglomerat Chairul Tanjung ini, menurut dia, tengah menyiapkan dan mengembangkan aspek-aspek yang dibutuhkan dalam bisnis cicil emas. Di antaranya, segmen market, standar operasional prosedur (SOP), sistem yang dibangun, hingga partner atau pihak ketiga yang akan digandeng perusahaan.
"Jadi nanti digital ini, kalau nasabah ingin mengambil fisiknya untuk jumlah gram tertentu, kita akan atur delivery-nya, logistiknya, dan itu tidak mudah. Jadi technically mesti dipersiapkan dan matang untuk isu-isu logistiknya," ungkap Rasmoro.
Lebih lanjut, dia menyebut, bisnis emas memiliki prospek cerah, terlebih di tengah situasi global saat ini. Apalagi masyarakat tengah gencar mengalihkan asetnya kepada instrumen safe haven, termasuk emas.
Kemudian, harga emas juga cenderung meningkat setiap tahun sehingga menarik bagi masyarakat. Di sisi lain, permintaan terhadap produk emas juga sangat tinggi untuk nasabah Bank Mega Syariah pada segmen tertentu.
“Kalau di segmen tertentu (permintaan) sangat tinggi. Makanya kita akan membuat produk itu, jadi salah satu strategi kita agar lebih menjangkau, lebih luas,” kata Rasmoro.
Baca Juga
Dipicu Ketidakpastian Global dan The Fed, Harga Emas Berpeluang Menuju Resistance US$ 3.004
Sebagai tambahan informasi, bisnis emas semakin menjadi perhatian terutama setelah pemerintah resmi meluncurkan layanan bank emas (bullion bank) Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Pegadaian pada 26 Februari 2025.
Meski begitu, Rasmoro membeberkan bahwa Bank Mega Syariah belum berencana untuk mengembangkan bisnis emas ke arah kegiatan usaha bulion. Mengingat, modal inti yang disyaratkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus mencapai minimal Rp 14 triliun.
Sebelumnya diberitakan investortrust.id, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan layanan bank emas dapat menambah produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar Rp 245 triliun. Hal itu diungkapkan Prabowo dalam sambutan saat peresmian layanan bank emas PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dan PT Pegadaian di The Gade Tower, Jakarta, Rabu (26/2/2025). "Kita harapkan bahwa (bank emas) ini akan meningkatkan produk domestik bruto kalau tidak salah bisa menambah Rp 245 triliun," kata Prabowo.

