Pekan Terbaik BEI, IHSG Melesat 5,83% hingga Net Sell Saham mulai Mereda
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) catatkan pekan terbaik tahun 2025 setelah berhasil torehkan penguatan terbesar mencapai 5,83% menjadi 6.636.
Lonjakan indeks tersebut berimbas terhadap peningkatan kapitalisasi pasar (market cap) BEI senilai Rp 570 triliun atau setara dengan 5,24% menjadi Rp 11.450 triliun pada perdagangan 3-7 Maret 2025. Namun lompatan indeks dan market cap tersebut tidak diikuti dengan nilai transaksi, volume transaksi dan frekuensi transaksi yang justru turun.
Baca Juga
Prajogo Lepas Puluhan Juta Saham Chandra Asri (TPIA) Bernilai Rp 167,20 Miliar, Ada Apa?
BEI dalam rilis data perdagangan di Jakarta kemarin menyebutkan bahwa penyumbang utama lompatan IHSG tersebut ditopang kenaikan pesat saham sektor teknologi mencapai 16,48%, sektor material dasar 5,83%, sektor industry 5,61%, sektor property 4,61%, dan sektor keuangan 4,81%.
Lompatan indeks pekan ini merupakan rebound setelah pekan sebelumnya diterpa aksi jual massif yang berimbas terhadap koreksi IHSG sebanyak 7,83% menjadi 6.270. Bahkan, akhir pekan lalu indeks mencapai level terendah barunya lebih dari tiga tahun terakhir.
Penyumbang utama lomptan IHSG pekan ini berasal dari saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan kenaikan 13,39%, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) naik 33,05%, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 5,93%, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menguat 14,67%, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 5,22% pekan ini.
Net Sell Mereda
Selain lompatan IHSG, aksi jual (net sell) saham oleh pemodal asing mengalami penurunan drastic sepanjang pekan ini menjadi Rp 450,33 miliar, dibandingkan dengan pekan sebelumnya mencapai Rp 10,21 triliun. Hal ini menjadikan net sell saham year to date (ytd) menjadi Rp 22,34 triliun.
Tiga saham dengan net sell terbanyak pekan ini ditorehkan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 599,29 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 448,67 miliar, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) bernilai Rp 230,52 miliar.
Sebaliknya tiga saham dengan torehan pembelian bersih (net buy) oleh investor asing pekan ini dicatatkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 594,90 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 178,12 miliar, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 101,17 miliar.

