M Cash (MCAS) Dorong Penjualan Motor Listrik, Siapkan Belanja Modal Rp 84 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) berencana menambah produksi motor listrik merek Volta tahun ini, dari 16.000 unit pada 2023 menjadi 34.000 atau naik lebih dari dua kali lipat. Tahun lalu, jumlah motor listrik Volta sudah naik 133% (yoy).
Motor listrik Volta diproduksi oleh PT Volta Indonesia Semesta yang dimiliki PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) sebagai anggota grup M Cash. Manajemen berencana menambah dealer Volta di beberapa kota, demi menjawab kebutuhan masyarakat.
Perseroan menginformasikan, saat ini Volta memiliki sekitar 100-150 dealer yang juga akan dilipatgandakan demi mendorong penjualan motor listrik.
“Dealer yang kami tunjuk tidak hanya jual tetapi juga siap untuk after sales,” ungkap Direktur M Cash Integrasi Mohammad Anis Yunianto dalam public expose insidentil secara virtual, Rabu (17/4/2024).
Baca Juga
Saham BBCA, BMRI dan BBNI Berpotensi Menguat Hari Ini, Cek Target Harganya
Sebagai modal merealisasikan rencana ekspansi tersebut, M CASH menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 84 miliar pada 2024. Dari rancangan ekspansi tersebut, manajemen menargetkan pertumbuhan positif pada pendapatan maupun laba perusahaan secara konsolidasi.
“Kami akan fokus growth positif tetapi kami tidak bisa menyebut number, target kami ekspektasi 2024 berapa dari sana akan tercermin akhir tahun berapa yang bisa kami capai. Saya sampaikan juga tahun ini meski 2022 ke 2023 pendapatan negatif, kami tetap menjaga profitnya stabil, hal sama kami lakukan pada 2024 bagaimana cara dua-duanya positif,” tegas Anis.
Sebagai pendukung eksternal, manajemen juga berharap pada subsidi pembelian motor listrik dari pemerintah sebesar Rp 7 juta per nomor induk kewarganegaraan (NIK) untuk mending jumlah penjualan Volta.
Baca Juga
Sedangkan secara business to business, M Cash mengaku akan menjalin kerja sama dengan PT Blue Bird Tbk (BIRD) untuk pengadaan motor listrik bagi pengemudi taksi. Menurut perhitungan manajemen, M Cash memiliki potensi penjualan 40.000 unit Volta dalam program ini.
Upaya lain untuk menambah pendapatan, perusahaan juga akan menggarap bisnis penyewaan motor listrik dengan potensi yang diklaim sangat besar. Penjualan motor dikembangkan dengan sistem sewa kepada pengemudi ojek online.
Sebagai strategi menumbuhkan kinerja keuangan, tahun ini perseroan memutuskan untuk memperkuat bisnis telekomunikasi yang dipercaya akan menjadi penopang pemasukan.
Strategi kedua adalah empat portfolio lain yang akan difokuskan, termasuk kendaraan listrik (electric vehicles/EV), energi hijau, iklan layar, dan whatsapp bisnis.
Ketiga, manajemen akan melakukan sinergi dan cross selling terhadap produk yang ada di dalam grup perusahaan.
“Terakhir, untuk mengurangi cost kita akan melakukan efisiensi dan hal yang perlu kami hindari, kami akan buang, juga tidak akan lakukan lagi. Kami hindari pos yang tidak perlu,” tegas Anis. (CR-10)

