Menuju Dana Kelolaan Rp 1.000 Triliun, Manajer Investasi Perlu Perhatikan Ini
JAKARTA, Investortrust.id - Direktur PT Panin Asset Management, Rudiyanto menyampaikan ada tiga hal yang perlu diperhatikan agar dana kelolaan atau asset under management (AUM) reksa dana bisa mencapai Rp 1.000 triliun. Tiga hal itu yakni, performance, marketing dan regulation.
Soal regulasi misalnya, Rudiyanto memberi contoh regulasi SEOJK PAYDI yang merupakan amanat dari Pasal 4 ayat (2) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 23/POJK.05/2015 tentang Produk Asuransi dan Pemasaran.
“Unit link yang investasinya dimasukan di reksa dana pendapatan tetap tidak boleh lagi masuk ke subdana selain Surat Berharga Negara. Karena ada beberapa batasan, akhirnya (dana investasi) unit link pindah ke KPD (kontrak pengelolaan dana). Begitu dilakukan perubahan mereka tetap masuk tapi beda bentuk,” kata Rudiyanto di kantor Investortrust.id, The Convergence Indonesia, Jakarta, Jumat (8/3/2024).
Selanjutnya terkait pemasaran, menurut Rudiyanto akan bergantung pada teknik pemasaran yang diterapkan perusahaan. Tim pemasaran kini dituntut mampu menarik minat para investor baru untuk mau mengalokasikan dana investasinya ke reksa dana. Pasalnya produk reksa dana kini harus mampu bersaing dengan produk surat berharga pemerintah yang belakangan menawarkan tingkat return yang menarik.
Sebut saja seperti saving bond ritel yang tingkat return yang ditawarkan berada di atas bunga deposito, atau bahkan tingkat rerata return IHSG dalam setahun. Volume pembelian pun tak lagi seperti dulu, kini dengan dana Rp 5 juta saja, investor sudah bisa memiliki obligasi ritel yang dilansir pemerintah. Sehingga manajer investasi mempunya tantangan untuk mampu memberikan performa berupa tingkat return yang menarik.
“Tantangannnya juga dari pemerintah, setiap bulan ada saving bond ritel (SBR), sukuk ritel, yang kelasnya menengah atas obligasi yang tadinya Rp 1 miliar modal beli sekarang Rp 100 juta sudah bisa beli. Pintar-pintarnya pemasaran dan performance kalau tidak menarik susah, orang tidak berminat,” pungkasnya.

