Tumbuh 224,71% di 2024, Laba Bersih Japfa (JPFA) Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
JAKARTA, investortrust.id – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) membukukan lonjakan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 224,71% menjadi Rp 3,01 triliun pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 929,71 miliar.
Lompatan laba tersebut jauh lebih pesat pada pencapaian kuartal III-2024 dengan laba Rp 2,21 triliun atau baru bertumbuh sebanyak 123,62%. Pertumbuhan pesat laba pada kuartal akhir 2024 ditopang penurunan beban.
Baca Juga
Induk Usaha Japfa (JPFA) akan Delisting dari Bursa Singapura, Bagaimana dengan Indonesia?
Manajemen dala rilis kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/2/2025), menyebutkan bahwa pertumbuhan pesat laba sejalan dengan kenaikan penjualan JPFA dari Rp 51,17 triliun menjadi Rp 55,80 triliun pada 2024. Begitu juga dengan laba bruto melambung dari Rp 7,51 triliun menjadi Rp 11,21 triliun.
Perseroan juga berhasil mencatatkan peningkatan laba usaha dari Rp 2,20 triliun menjadi Rp 5,06 triliun. Pertumbuhan tersebut berimbas terhadap lonjakan laba per saham JPFA dari Rp 80 menjadi Rp 260.
Meski mencatatkan kenaikan laba secara mengesankan, kas dan setara kas akhir tahun 2024 perseroan justru turun menjadi Rp 1,35 triliun, dibandingkan tahun 2023 mencapai Rp 1,50 triliun.
Baca Juga
CAGR Lima Tahun 71%, Cimory (CMRY) Catat Lompatan Laba di 2024
Sebelumnya, Induk usaha Japfa Comfeed Indonesia (JPFA), Japfa Ltd, berencana melakukan privatisasi atau delisting dari Bursa Efek Singapura (SGX). Keluarga Santosa selaku pengendali akan membeli seluruh saham minoritas Japfa Ltd dari bursa.
Manajemen JPFA dalam penguman resminya menyebutkan bahwa penghapusan saham induk usaha dari Bursa Efek Singapura tak mengubah pengendali maupun manajemen grup perseroan atau JPFA di Indonesia. “Aksi tersebut tidak akan mempengaruhi bisnis grup perseroan serta kelangsungan usahanya,” tulisnya dalam penguman resmi tersebut.

