IHSG Makin Gelap Kini ke Bawah 6.400 hingga Saham BUMN Lagi-lagi Dibuang Investor
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (27/2/2025), dibuka mengenaskan sempat sentuh level terendah baru 6.382. Hingga pukul 09.10 WIB, IHSG melemah 80 poin (1,25%) menjadi 6.403.
Pelemahan indeks dipicu atas koreksi seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar, senergi, industry, consumer primer, keuangan, teknologi, dan property. Saham sektor infrastruktur dan transportasi juga anjlok.
Baca Juga
Perdagangan Saham DATA dan NAIK Dibuka Kembali, Sebaliknya IKAN Disuspensi
Penurunan juga diperparan berlanjutnya kejatuhan saham-saham BUMN, khususnya saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang semapt anjlok lebih dari 5% menjadi Rp 3.500 setelah dirilis laba Januari 2025 dengan penurunan dalam. Begitu juga dengan saham bank pelat merah lainnya ikut menciut, seperti BMRI, BBNI, BRIS, dan BBTN.
Meksi IHSG anjlok ke bawah 6.400 pagi hari ini, sejumlah saham ini masih torehkan penguatan mengesankan, seperti saham PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) naik 29,27% menjadi Rp 212, PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) naik 23,48% menjadi Rp 326, dan PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) naik 12,42% menjadi Rp 1.810.
Sebaliknya saham dengan koreksi paling dalam hari ini, yaitu saham PT Lion Metal Works Tbk (LION), PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK), dan PT Hassana Boga Sejahtera TBk (NAYZ).
Kemarin, IHSG terhempas sebanyak 120,73 poin (1,83%) ke level terendah baru lebih dari tiga tahun terakhir menjadi 6.485. Investor asing lagi-lagi membukukan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 1,87 triliun, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 593,03 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 523,82 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 425,53 miliar.
Baca Juga
Dharma Satya (DSNG) Cetak Lonjakan Laba 35,6%, Terbesar Disumbangkan Segmen Ini
Koreksi ini dipicu atas atas kejatuhan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor keuangan 1,67%, sektor kesehatan 2,29%, sektor material dasar 1,60%, sektor consumer non primer 1,16%, sektor energi 1,09%, sektor property 1,02%. Sebaliknya satu-satunya sektor saham yang naik 0,19%.
Meski indeks turun, lima saham ini masih bisa catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) 34,02% menjadi Rp 130, PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) naik 34,74% menjadi Rp 256, PT Lion Metal Works Tbk (LION) naik 25% menjadi Rp 675, PT Green Power Group Tbk (LABA) naik 24,58% menjadi Rp 294, dan PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) naik 24,53% menjadi Rp 264.

