Tegangnya Kondisi Perdagangan AS dan China Bikin ETF Bitcoin AS Merugi US$ 1 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) Bitcoin spot Amerika Serikat (AS) mencatat arus keluar sebesar US$ 1,14 miliar dalam dua minggu terakhir, dipicu oleh ketegangan perdagangan antara AS dan China.
Melansir CoinMarketCap, Selasa (25/2/2025), penjualan besar-besaran ini menjadi periode arus keluar terbesar dalam dua minggu sejak ETF Bitcoin mulai diperdagangkan pada 11 Januari 2024. Sebelumnya, arus keluar terbesar kedua terjadi dalam dua minggu menjelang 21 Juni 2024, dengan nilai mencapai US$ 1,12 miliar.
Salah satu pendiri dan kepala operasi Redstone Marcin Kazmierczak mengungkapkan, kondisi ETF Bitcoin mencerminkan sentimen investor terhadap aset kripto ini. Menurutnya, pola pembelian jangka panjang ETF Bitcoin lebih relevan dibandingkan arus keluar dalam jangka pendek.
“Kami melihat jangka waktu bulanan, yang tidak memberikan gambaran lengkap. ETF umumnya dianggap sebagai kendaraan investasi jangka panjang, jadi menganalisis arus selama periode enam bulan atau tahunan akan memberikan perspektif yang lebih bermakna,” ujarnya.
Baca Juga
Komisi Sekuritas dan Bursa AS Mulai Setujui Banyak ETF XRP, Bagaimana Dampaknya ke Harga?
“Jika kita melihat lebih jauh, kita melihat bahwa arus bersih telah sangat positif dalam jangka panjang,” sambung Marcin.
Rekor arus keluar dari ETF Bitcoin ini diduga dipicu oleh ketegangan perdagangan antara AS dan China yang semakin memanas, setelah pengumuman tarif impor baru. Investor kini menunggu pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping untuk meredakan konflik kedua negara.
Trump sebelumnya menyatakan bahwa ia mengharapkan XI mengunjungi AS, sambil menambahkan bahwa ada kemungkinan tercapainya kesepakatan perdagangan baru. Namun, hingga kini belum ada jadwal pasti terkait kunjungan tersebut.
Baca Juga
Selain ketegangan perdagangan global, faktor lain seperti kebijakan moneter, ekspektasi suku bunga, dan regulasi turut berkontribusi terhadap aksi jual ETF Bitcoin.
“Ada banyak faktor yang mempengaruhi, termasuk ekspektasi suku bunga, perkembangan regulasi, dan sentimen pasar secara keseluruhan,” kata Marcin.
Meski begitu, investor institusional besar tetap mempertahankan kepemilikannya di ETF Bitcoin. Marcin menyatakan bahwa dana kekayaan negara Abu Dhabi dan dana pensiun Wisconsin masih memiliki posisi Bitcoin yang signifikan melalui ETF, meski terjadi tekanan jual dalam jangka pendek.

