Perdagangan RI Masih Merugi dengan Australia, Mendag Budi akan Review Perjanjian IA-CEPA
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Perjanjian perdagangan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) sudah berjalan selama 5 tahun. Kendati demikian, neraca perdagangan Indonesia dengan Australia mengalami defisit.
Berdasarkan data yang dipaparkan, tren ekspor Indonesia tumbuh 14,46%, namun impor yang terjadi sebesar 17,42% selama lima tahun terakhir (2020—2024). Kemendag juga mencatat, total perdagangan bilateral mencapai rekor tertinggi sebesar US$ 15,4 miliar pada 2024.
Adapun pada periode Januari-Mei 2025, total perdagangan Indonesia dan Australia tercatat sebesar US$ 5,15 miliar. Pada periode ini, ekspor Indonesia ke Australia tercatat sebesar US$ 1,52 miliar sedangkan impor Indonesia dari Australia US$ 3,63 miliar.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut, dalam optimalisasi implementasi IA-CEPA, Indonesia dan Australia sepakat melakukan review atau meninjau kembali perjanjian untuk memastikan relevansi dan nilai tambah di tengah dinamika global.
Baca Juga
Menurutnya, ulasan ini sejalan dengan semangat penguatan kerja sama ekonomi yang disampaikan Presiden RI Prabowo dan Perdana Menteri Austalia Anthony Albanese pada Mei lalu. Mendag Busan pun berharap keterlibatan pemangku kepentingan terkait.
"Proses reviu IA-CEPA bertujuan meningkatkan manfaat perjanjian bagi kedua negara. Dengan melibatkan dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, diharapkan perjanjian ini dapat terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia dan Australia," ucapnya, Jumat (4/7/2025).
Selain itu, Mendag Busan melanjutkan, di bidang jasa, pertumbuhan ekspor jasa Indonesia ke Australia tercatat meningkat sebesar 19,18% selama 2019–2023. Di sisi lain, investasi Australia di Indonesia terus meningkat, terutama di sektor pertambangan, energi terbarukan, industri kimia, pendidikan, serta hotel dan restoran.
“Saya juga mengucapkan apresiasi bagi seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi dalam implementasi IA-CEPA sampai saat ini. Diharapkan perayaan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen ke depan, menggali lebih banyak peluang kerja sama, dan memperdalam persahabatan kedua negara,” imbuh Mendag.

