IHSG Berpeluang Konsolidasi dengan Dua Saham Pilihan BRIS dan TPIA
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/2/2025), berpotensi konsolidasi dengan rentang pergerakan harga 6.679-6.887.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa rebound indeks mulai tertahan dekat area resistem MA20 di 6.905 dan berpotensi konsolidasi. Meski demikian pemodal diminta tetap waspada terhadap berlanjutnya trend bearish denga support 6.679 dan 6.500.
Baca Juga
Dibentuk BPI Danantara dan Menteri BUMN, Ini Tugas Holding Investasi dan Operasional
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi kejatuhan bursa salam global akhir pekan lalu, seperti Dow Jones anjlok 1,69%, indeks S&P turun 1,71%, dan Nasdaq melemah dalam 2,20%.
Meski terbuka peluang konsolidasi IHSG, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BRIS dengan target harga Rp 3.130-3.270 dan TPIA dengan target harga Rp 8.675-9.000. Sebaliknya saham ESSA dan PNLF direkomendasikan jual.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan berhasil torehkan penguatan sebanyak 169 poin (2,54%) menjadi 6.803. Penguatan tersebut ditopang lompatan saham sektor digital.
Baca Juga
Pengamat Prediksi Rupiah Bakal Menguat usai Prabowo Luncurkan Danantara
Sedangkan saham dengan penguatan paling pesat dicatatkan sejumlah emiten saham sektor teknologi, seperti saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dengan kenaikan lebih dari 70% setelah terjadi penguatan hingga auto reject atas (ARA) dalam tiga hari beruntun menjadi Rp 80.650.
Penguatan pesat juga dicatatkan saham PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) dengan kenaikan lebih dari 131% pekan ini menjadi Rp 336 dan PT Remala Abadi Tbk (DATA) naik 131,69% menjadi Rp 2.120. Lompatan harga juga dicatatkan saham PT Golden Flower Tbk (POLU) dengan penguatan sebanyak 62% menjadi Rp 4.320.

