Begini Target Baru Saham BBTN Usai Rilis Kinerja Keuangan, Potensi Gain masih Jumbo
JAKARTA, investortrust.id – Dua sekuritas ini mematok target harga saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) masih menggiurkan, meski kinerja tahun lalu turun. Bahkan, BBTN tetap menjadi saham andalan jangka panjang didukung posisinya sebagai bank penyalur kredit kepemilikan rumah dengan pangsa pasar terbesar.
“Kami tetap menyukai prospek BBTN, khususnya segmen KPR yang diharapkan terus bertumbuh dalam jangka panjang, sehingga berdampak terhadap kinerja keuangan perseroan,” tulis analis Verdhana Sekuritas Erwin Wijaya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Hal ini mendorong Verdhana Sekuritas untuk mempertahankan target harga saham BBTN ke Rp 1.550 dengan rekomendasi netral. Dengan target harga tersebut terbuka penguatan saham bank pelat merah ini lebih dari 64%, dibandingkan dengan harga penutupan kemarin level Rp 940.
Baca Juga
BTN (BBTN) Bukukan Laba Rp 3 Triliun dan Aset Rp 469,6 Triliun di 2024
Target harga tersebut juga didasarkan analisis DuPont dengan menggunakan kinerja keuangan tahun 2024. Target harga tersebut juga mengimplikasikan PBV tahun lalu sekitar 0,66 kali.
Target harga menggiurkan atas saham BBTN juga datang dari tim riset Mandiri Sekuritas. Saham BBTN direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.500.
Analis Mandiri Sekurtias Kresna Hutabarat dan Boby Kristanto Chandra menyebutkan target harga tersebut menggambarkan operasional bisnis BBTN yang terus menunjukkan peningkatan hingga tahun lalu, seperti upgrade mobile banking, ekspansi sales center, pertumbuhan segmen kredit bermargin tinggi, dan diversifikasi layanan berbasis biaya.
“Meski penguatan operasional berlanjut, kami memperkirakan tingkat profitabilitas perseroan ke depan akan tergantung dengan kebijakan pemerintan. Sedangkan penurunan laba tahun lalu dipicu atas kenaikan biaya dana,” tulisnya.
Baca Juga
Bos BTN (BBTN) Beberkan Alasan Akuisisi Bank Victoria Syariah
BTN sebelumnya mengumumkan torehan laba bersih senilai Rp 3 triliun pada akhir 2024. Aset mencapai Rp 469,61 triliun atau naik 7% dari torehan 2023 bernilai Rp 438,75 triliun. Perseroan pun optimistis hingga akhir tahun 2025 aset perseroan bakal tembus Rp 500 triliun ditopang oleh prospek pertumbuhan yang positif.
“Di tengah dinamika makroekonomi yang terus berkembang, BTN telah menyiapkan berbagai inisiatif strategis untuk going beyondmortgage dengan solusi perbankan yang komprehensif pada tahun 2025 dalam rangka menciptakan pertumbuhan bisnis yang lebih sustainable, sehat, dan solid. Optimisme kami juga didorong oleh komitmen pemerintah untuk menyediakan hunian layak dan terjangkau kepada seluruh rakyat Indonesia melalui Program Tiga Juta Rumah,” ujar Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/2/2025).
Dia mengungkapkan, keyakinan perseroan aset bakal tembus Rp 500 triliun bakal ditopang oleh pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang solid. Sepanjang tahun 2024, BTN berhasil membukukan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp 357,97 triliun atau tumbuh sebesar 7,3% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp 333,69 triliun.
Dia mengatakan, penyaluran kredit BTN pada 2024 terutama didorong oleh bisnis KPR baik Subsidi maupun Non Subsidi seiring dengan permintaan yang terus meningkat terhadap kepemilkan rumah. Hingga akhir Desember 2024, penyaluran KPR Subsidi BTN mencapai Rp 173,84 triliun, naik 7,5% yoy dibandingkan tahun 2023. Sementara itu, KPR Non Subsidi BTN bertumbuh 10,2% yoy menjadi Rp 105,95 triliun pada akhir 2024.
Baca Juga
Selain itu, BTN membukukan pertumbuhan di segmen kredit bermargin tinggi, yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Agunan Rumah (KAR), dan Kredit Ringan (KRING) mencapai 13,9% yoy atau menjadi Rp16,4 triliun pada akhir 2024.
Nixon menjelaskan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh beberapa inisiatif strategis, seperti contohnya kerja sama dengan institusi keuangan non bank untuk KUR, meningkatkan layanan payroll untuk KRING, dan cross-selling melalui beberapa nasabah institusi utama BTN untuk KAR.
Sedangkan, BTN Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp 872 miliar pada akhir 2024, meningkat 24,2% yoy dari tahun 2023 sebesar Rp 702 miliar. Kenaikan sejalan dengan pertumbuhan penyaluran pembiayaan mencapai 18,3% yoy menjadi Rp 44 triliun dibandingkan Rp 37 triliun pada tahun 2023. DPK juga bertumbuh 18,7% yoy menjadi Rp 50 triliun.

