Gara-gara Kejatuhan Saham Emiten Prajogo, IHSG Sesi I Anjlok 2,20%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (7/2/2025), ditutup anjlok 151 poin (2,20%) menjadi 6.724. Bahkan, pergerakan intraday sempat sentuh 6.656.
Level tersebut tercatat sebagai level intraday terendah indeks terhitung sejak 26 Juni 2023 atau terendah dalam 19 bulan terakhir. Penurunan indeks pada menit kelima telah tersungkur 180 poin. Kejatuhan dipicu atas kegagalan kembali saham-saham emiten Prajogo Pangestu masuk indeks MSCI.
Penurunan dipicu atas kejatuhan saham sektor energi mencpai 3,80% dan infrastruktur 1,76%. Penurunan juga dipicu atas pelemahan saham sektor property dan sektor consumer primer. Sebaliknya kenikan melanda saham sektor teknologi, kesehatan, dan transportasi.
Baca Juga
Saham BSD (BSDE) Direkomendasi Beli Usai Cetak Marketing Sales Ini
Meski indeks anjlok, saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) kembali melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 25% menjadi Rp 1.425. Kenaikan juga melanda saham PT Vastland Indonesia Tbk (VAST) mengaut 27,63% menjadi Rp 96, PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) naik 21,25% menjadi Rp 970, PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) sebanyak 13,56% menjadi Rp 670, dan PT Tira Austenite Tbk (TIRA) naik sebanyak 13,14% menjadi Rp 775.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam melanda PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA), PT Chandra Asri Paicific Tbk (TPIA), dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).
IHSG kemarin ditutup tersungkur sebanyak 148,69 poin (2,12%) menjadi 6.875. Bahkan, intraday jelang penutupan sempat terjerembab lebih dari 190 poin ke level 6.830. Pemodal asing buang (net sell) saham jumbo mencapai Rp 2,33 triliun. Net sell terbanyak melanda saham PT Bank MandiriT bk (BMRI) mencapai Rp 1,42 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 488,15 miliar, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 106,25 miliar.
Baca Juga
Koreksi indeks kemarin akibat kejatuah hampir seluruh saham emiten top 10 market cap BEI, khususnya saham bank KBLI IV yang tersungkur dipimpin saham BMRI dengan koreksi sebanyak 7,69% menjadi Rp 5.100, sehingga penurunan saham ini telah mencapai 18,13% dari Rp 6.025 menjadi Rp 5.100 dalam lima hari transaksi ini.
Meski IHSG anjlok, empat saham bukukan penguatan hingga auto reject atas (ARA) saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) naik 33,80% menjadi Rp 95, PT Steady Safe Tbk (SAFE) naik 24,50% menjadi Rp 376, PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) menguat 24,60% menjadi Rp 466, dan PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) naik 24,47% menjadi Rp 590. Meski tak ARA, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) melesat 21,02% menjadi Rp 5.700.

