Gara-gara Kejatuhan Saham Emiten Prajogo Ini, IHSG Sesi I Hanya Naik Tipis
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (17/7/2024), ditutup naik tipis 2,12 poin (0,03%) menjadi 7.224,56. IHSG bergerak dalam rentang 7.207-7.224 dengan nilai transaksi Rp 4,96 triliun.
Penguatan tipis IHSG dipengaruhi anjloknya saham-saham emiten Prajogo Pangestu, khususnya saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terjerembab Rp 550 (6,47%) menjadi Rp 7.950 dan PT Chandra Asri Pacifik Tbk (TPIA). IHSG juga terseret penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Baca Juga
Harga Emas Cetak Rekor, Sejumlah Saham Produsen Emas Ini Layak Dilirik
Secara sektor hanya tiga yang mencatatkan penurunan hari ini, yaitu saham sektor material dasar, sektor kesehatan, dan sektor teknologi. Sisanya melesat dengan kenaikan paling pesat melanda saham sektor konsumer non primer, sektor keuangan, dan sektor energi.
Sedangkan saham dengan penguatan paling pesat dicatatkan, saham PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) menguat Rp 18 (21,69%) menjadi Rp 101, PT Golden Flower Tbk (POLU) naik Rp 78 (19,90%) menjadi Rp 470, dan PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) naik Rp 15 (19,48%) menjadi Rp 92.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY), PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE), dan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA).
Baca Juga
Bangkit dan Cetak Level Intraday Tertinggi dalam Sebulan, Saatnya Kebangkitan Saham GOTO?
Koreksi IHSG kemarin dipicu atas penurunan saham-saham kapitalisasi pasar besar, seperti saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terjungkal 6,08% menjadi Rp 8.500, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1% menjadi Rp 9.950, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 3,02% menjadi Rp 11.225, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 1,87% menjadi Rp 4.730.
Secara sektoral, pelemahan indeks ditekan penurunan saham sektor infrastruktur, sektor keuangan, konsumer non primer, sektor properti, dan sektor industri. Sebaliknya saham sektor konsumer primer, teknologi, dan material dasar naik.
Grafik IHSG

