Saham-Saham Ini malah Cuan Jumbo Saat IHSG Anjlok hampir 2% di Sesi I
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS), dan PT Steady Safe Tbk (SAFE) justru berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), saat indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I ditutup anjlok sebanyak 137,37 poin (1,96%) menjadi 6.886.
Berdasarkan data perdagangan saham BEI, saham BUVA melesat sebanyak Rp 24 (33,80%) menjadi Rp 95, AIMS melesat Rp 92 (24,60%) menjadi Rp 466 dan saham SAFE terbang Rp 74 (24,50%) menjadi Rp 376.
Baca Juga
Siap-siap Investor Baru Masuk, Saham Klinko (KLIN) Menuju Level Rp 260
Meski tak ARA, tiga saham ini juga catatkan penguatan mengesankan, saham PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) naik 23,42% menjadi Rp 585. Saham PT Tira Austenite Tbk (TIRA) naik 23,19% menjadi Rp 850 dan PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) naik 22,08% menjadi Rp 5.750.
Sebaliknya pelemahan paling dalam melanda saham PT Nusantara Alamzia Tbk (NZIA), PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS), PT Bank MandiriT bk (BMRI), PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), dan PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO).
Koreksi indeks sesi I ini berbanding terbalik dengan bursa saham dunia yang dilanda rebound, seperti Wall Street, Nikkei, Hang Seng, dan Strait Times Singapura. Begitu juga dengan bursa saham Eropa ditutup menguat semalam.
Penurunan dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar, sektor energi, sektor industry, sektor keuangan, sektor property, sektor infrastruktur, dan sektor transportasi. Sebaliknya saham sektor consumer primer dan kesehatan masih naik tipis.
Baca Juga
Tumbuh 4,75%, Industri Manufaktur Masih Jadi Tulang Punggung Ekonomi RI
Kejatuhan tersebut juga dipengaruhi penurunan dalam saham top 10 market cap BEI, yaitu BREN anjlok 1,13% menjadi Rp 8,750, BBCA melemah 1,64% menjadi Rp 8.975, TPIA amblas 5,51% menjadi Rp 8.150, BBRI turun 2,17% menjadi Rp 4.050, BYAN melemah 0,98% menjadi Rp 20,175.
Koreksi juga dicatatkan saham BMRI sebanyak 7,24% menjadi Rp 5.125, saham DSSA anjlok 2,08% menjadi Rp 47.100, TLKM turun sebanyak 1,91% menjadi Rp 2.570, PANI melorot 4% menjadi Rp 11.400, dan ASII melemah sebanyak 2,95% menjadi Rp 4.600. Sebaliknyan AMMN stagnan level Rp 7.250.

