Lima Saham Dipimpin LIVE dan HITS malah ARA, Saat IHSG Sesi I Terjun 2,86%
JAKARTA, investortrust.id – Lima saham ini justru pertahankan penguatan mengesankan, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (28/2/2025), ditutup anjlok sebanyak sebanyak 185 poin (2,86%) menjadi 6.300.
Lima saham tersebut terdiri atas dua saham cetak auto reject atas (ARA) PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) naik 25% menjadi Rp 330 dan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) melesat 24,66% menjadi Rp 364.
Baca Juga
May Day! Pemerintah Diminta Tenangkan Pasar Saham setelah Terpuruk 7,39% Sepekan
Tiga saham lainnya dengan penguatan mengesankan adalah saham PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) sebanyak 18,90% menjadi Rp 195, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) naik 12,67% menjadi Rp 845, dan PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) sebanyak 9,90% menjadi Rp 1.720.
Terkait koreksi indeks sesi I hari ini dipicu atas pelemahan seluruh sektor saham dengan koreksi terbanyak melanda saham sektor material dasar 4,13%, sektor keuangan 2,73%, sektor industry 2,97%, sektor consumer primer 2,32%, dan sektor infrastruktur 2,76%.
Penurunan terdalam juga dipengaruhi kejatuhan saham-saham bank miliki negara, seperti BBRI anjlok 6,62% ke level terendan baru sejak November 2020 menjadi Rp 3.390, saham BBNI dibanting 7,14% menjadi Rp 4.030, BRIS dibanting 6,08% menjadi Rp 2.470, dan BMRI turun sebanyak 1,93% menjadi Rp 4.570.
Baca Juga
Harga Minyak Tertekan Setelah Trump Kembali Tambahkan Tarif untuk China
Kemarin, IHSG terhempas sebanyak 120,73 poin (1,83%) ke level terendah baru lebih dari tiga tahun terakhir menjadi 6.485. Investor asing lagi-lagi membukukan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 1,87 triliun, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 593,03 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 523,82 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 425,53 miliar.
Koreksi ini dipicu atas atas kejatuhan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor keuangan 1,67%, sektor kesehatan 2,29%, sektor material dasar 1,60%, sektor consumer non primer 1,16%, sektor energi 1,09%, sektor property 1,02%. Sebaliknya satu-satunya sektor saham yang naik 0,19%.

