Usai Isu Merger dengan Grab Kembali Mencuat, Saham GOTO Mendadak ke Level Ini
JAKARTA, investortrust.id - Kabar merger perusahaan layanan tranportasi terbesar di Asia Tenggara, Grab Holdings Ltd dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali mencuat. Isu ini memicu pengautan harga saham GOTO, Selasa (4/2/2025), sebanyak Rp 3 poin (3,7%) menjadi Rp 83 pada pada penutupan perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI).
Melansir Dealstreet Asia, Selasa (4/2/2025), pembahasan merger antara Grab dan GoTo kembali mengemuka dan mendapatkan momentum dalam beberapa minggu terakhir. Sejumlah sumber menuturkan yang mengetahui pembicaraan tersebut menuturkan kesepakatan merger Grab dan GOTO ditargetkan tercapai tahun 2025 atau tidak sama sekali.
Baca Juga
Memandang kabar tersebut, Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai bahwa GOTO kini belum mampu mencetak laba bersih, meskipun efisiensi biaya besar-besaran sudah diwujudkan. Berbeda dengan Grab yang berhasil mencetak laba sebesar Rp 236 miliar atau US$ 15 juta pada kuartal III-2024.
"Jadi, kalau misalnya terjadi merger, nantinya pelayanan terkait dengan e-commerce maupun juga on demand di Indonesia itu semakin meningkat dan semakin berkembang dengan pesat," kata Nafan saat dihubungi investortrust.id Selasa, (4/2/2025).
Berdasarkan laporan investing.com, merger keduanya juga diharapkan dapat memajukan ambisi fintech perusahaan tersebut, sekaligus membantu mereka mengatasi kerugian yang meningkat akibat persaingan yang semakin ketat satu sama lain.
Baca Juga
Merger juga akan memberikan keduanya sebuah front persatuan untuk menghadapi persaingan dari saingan yang lebih besar, Uber Technologies Inc (UBER). Kedua perusahaan ini didukung oleh SoftBank Group Corp dari Jepang (TYO:9984).
Grab yang terdaftar di Nasdaq melalui merger dengan perusahaan akuisisi dengan tujuan khusus pada tahun 2020, bernilai US$ 18,28 miliar berdasarkan penutupan hari Senin, sementara GoTo bernilai US$ 5,25 miliar atau setara dengan Rp 85,85 triliun.
Grafik Saham GOTO

