Mayora (MYOR) Bidik Pertumbuhan Penjualan Dua Digit, Ini Penopangnya
JAKARTA, investortrust.id – PT Mayora Indah Tbk (MYOR) membidik pertumbuhan pendapatan dua digit tahun 2025 didukung ekspektasi peningkatan volume penjualan dan permintaan pasar dalam negeri. Namun kenaikan harga bahan baku kakao dan minyak sawit berpotensi menekan margin keuntungan setidaknya di semester I tahun ini.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Natalia Sutanto mengatakan, dari hasil conference call dengan manajemen perseroan terungkap bahwa MYOR membidik pertumbuhan pendapatan dua digit berkisar 10-20% tahun ini. Sedangkan pertumbuhan pendapatan tahun lalu diprediksi capai dua digiti didukung kenaikan rata-rata harga jual produk berkisar 1-3% bersamaan dengan kenaikan volume penjualan.
Baca Juga
Minta Masa Tenggang 2 Tahun, Bos Mayora (MYOR) Ungkap Dampak Pelabelan Kandungan Gula
“Manajemen MYOR memperkirakan pertumbuhan pendapatan tahun ini akan terdorong peningkatan permintaan pasar domestik sejalan dengan peningkatan daya beli. Adapun target gross margin mencapai 23-25% atau masih sejalan dengan target BRI Danareksa Sekuritas sekitar 23,8%,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Manajemen MYOR menyebutkan bahwa daya beli maysarakat diprediksi meningkat setelah pemerintah meluncurkan subsidi listrik bagian dari penerapan PPN 12%. Subsidi ini bisa berdampak positif terhadap penjualan kuartal I-2025. Optimisme diperkirakan berlanjutnya program makan bergizi gratis yang diharapkan berimbas positif terhadap permintaan produk perseroan.
Terkait penjualan ekspor, manajemen MYOR mengakui, menunjukkan tantangan meski masih berhasil bukukan kinerja positif, seperti ekspor ke Thailand, China, dan Vietnam. Sebaliknya penjualan ekspor ke Malaysia dan Filipina masih menunjukkan pertumbuhan kuat. Perseroan menguasai sebanyak 48-49% pangsa pasar penjualan kopi instant dan sebanyak 27-28% penjualan prodk minimuman cokelat di Filipina.
Baca Juga
BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya juga menyebutkan bahwa MYOR akan menghadapi tekanan margin keuntungan tahun ini dipicu atas kenaikan harga cokelat yang sudah berlangsung sejak tahun lalu. Namun tantangan ini kemungkinan diantisipasi dengan menaikkan harga jual berbahan baku cokelat.
Optimisme manajemen tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham MYOR dengan target harga Rp 3.050. Target harga tersebut menunjukkan potensi penguatan harga lebih dari 23%, dibandingkan harga penutupan saham MYOR di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rp 2.450 kemarin.

