IHSG Sesi I Rebound 84 Poin hingga 4 Saham Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (31/1/2025), ditutup melesat sebanyak 84,64 poin (1,20%) menjadi 7.158. Penguatan tersebut sejalan dengan kenaikan mayoritas indeks saham global.
Penguatan pesat saham tersebut juga terdorong kenaikan saham bank besar dan emiten Prajogo Pangestu. Di antaranya, saham BBCA rebound 2,73% menjadi Rp 9.400, saham BBRI naik 2,67% menjadi Rp 4.230, saham BMRI naik 1,64% menjadi Rp 6.200, dan BBNI naik 3,88% menjadi Rp 4.820. Begitu juga saham TPIA yang dikendalikan Prajogo Pangestu melesat 8,21% menjadi Rp 7.575.
Baca Juga
Harga Minyak Dunia Menguat di Tengah Keputusan Trump Terkait Tarif Kanada-Meksiko
Secara sectoral, penguatan indeks didukung kenaikan saham sektor consumer non primer 1,19%, sektor keuangan 1,08%, sektor material dasar 0,97%, sektor energi 0,52%, dan sektor teknologi 0,52%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor consumer primer dan kesehatan.
Di tengah lompatan IHSG tersebut, empat saham berikut torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) naik 24,64% menjadi Rp 860, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) naik 24,57% menjadi Rp 436, PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) naik 24,45% menjadi Rp 570, dan PT Star Pacific Tbk (LPLI) naik 24,37% menjadi Rp 296. Penguatan mengesankan meski tak ARA melanda saham PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) sebanyak 31,98% menjadi Rp 260.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham PT Ramala Abadi Tbk (DATA), PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA), PT Singaraja Putra Tbk (SINI), PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU), dan PT Golden Flower Tbk (POLU).
Baca Juga
Tak Penuhi Ketentuan Free Float, Deretan Saham Ini Disuspensi, Ada Anak Usaha BUMN
Kemarin, IHSG anjlok sebanyak 92,58 poin (1,29%) menjadi 7.073,48 dan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 397,69 miliar. Net sell terbesar disumbangkan saham saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 386,93 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 114,39 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 49,01 miliar.
Kejatuhan indeks kemarin terseret koreksi saham-saham emiten top 10 market cap. Seca sektor, penurunan dipicu koreksi sektor saham material dasar dengan penurunan 2,55%, sektor property 1,61%, sektor infrastruktur 1,32%, sektor industry 1,23%, sektor keuangan 0,46%, dan energi 0,31%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor consumer non primer 012% dan teknologi 1,06%.
Namun saat indeks anjlok, lima saham ini justru torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) naik 35% menjadi Rp 108, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) naik 25% menjadi Rp 1.225, PT Lion Metal Works Tbk (LION) naik 25% menjadi Rp 825, PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) naik 34,26% menjadi Rp 145, dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) menguat 24,79% menjadi Rp 730.

