IHSG Sesi I Ditutup Melesat 76,55 Poin hingga 3 Saham Ini Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (15/4/2025), ditutup melesat sebanyak 76,55 poin (1,20%) menjadi 6.445,07. Pergerakan indeks dalam rentang 6.368-6.497 dengan nilai transaksi Rp 5,86 triliun.
Kenaikan indeks ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi naik 2,79%, sektor infrastruktur 2,29%, sektor material dasar 1,37%, sektor property 0,93%, dan sektor consumer primer 0,57%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi, keuntungan, kesehatan, hingga consumer non primer.
Baca Juga
Saham Semen Indonesia (SMGR) Melesat Tiga Hari Terakhir, Seberapa Tinggi bisa Naik?
Penguatan tersebut ditopang kenaikan saham-saham big cap, seperti BYAN naik 17,18% menjadi Rp 19,950. Kenaikan indeks juga ditopang saham emiten Prajogo, seperti BREN, CUAN, PTRO, hingga TPIA. Kenaikan juga didukung saham BBCA.
Di tengah penguatan tersebut, tiga saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) naik 24,62% menjadi Rp 1.240, PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) naik 24,60% menjadi Rp 314, dan PT Jakarta International Hotels &Development Tbk (JIHD) naik 24,30% menjadi Rp 665.
Penguatan juga melanda saham PT Bank Artha Graha International Tbk (INPC) sebanyak 26,67% menjadi Rp 190 dan PT Gren Power Group Tbk (LABA) sebanyak 23,36% menjadi Rp 132. Sebaliknya saham dengan penurunan terdalam melanda saham, INTD, DEWA, IKAN, HAIS, AGAR, dan CMNT.
Kemarin, IHSG ditutup melonjak sebanyak 106,29 poin (1,70%) menjadi 6.368,29 dengan penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp 412,08 miliar. Net sell melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 693,10 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 71,16 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 53,21 miliar, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 50,29 miliar.
Baca Juga
Kenaikan indeks ditopang penguatan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar 6,02%, sektor property 3,72%, sektor consumer primer 3,06%, sektor kesehatan 2,97%, sektor energi 2,82%, sektor consumer non primer 2,92%, dan sektor industry 2,80%.
Penguatan tersebut juga ditopang kenaikan saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti BREN naik 9,71% menjadi Rp 5.650, saham AMMN melesat 14,29% menjadi Rp 6.000, BRIS melesat sebanyak 9,25% menjadi Rp 2.480, dan BBCA menguat 1,51% menjadi Rp 8.400. Adapun saham dengan kenaikan tertinggi dibukukan saham pendatang baru PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) dengan kenaikan auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 64 (34,04%) menjadi Rp 252.

