IHSG Ditutup Melesat 73 Poin hingga 4 Saham Ini Cetak ARA Dipimpin LABA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/4/2025), kembali ditutup naik signifikan sebanyak 73,16 poin (1,15%) menjadi 6.441,68. Pergerakannya dalam rentang 6.368-6.497 dengan nilai transaksi Rp 10,14 triliun.
Penguatan tersebut terdorong kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi naik 2,36%, sektor infrastruktur 1,68%, sektor material dasar 1,12%, sektor property 0,82%, dan sektor consumer primer 0,31%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi, keuangan, kesehatan, hingga consumer non primer.
Baca Juga
Baru Listing Saham, Medela Potentia (MDLA) Siapkan Pembagian Dividen di Juni Mendatang
Kenaikan indeks tersebut juga ditopang penguatan sejumlah saham-saham big cap, seperti BYAN naik 17,47% menjadi Rp 20.000. Kenaikan indeks juga ditopang saham emiten Prajogo, seperti TPIA, BREN, CUAN, dan PTRO. Kenaikan juga didukung penguatan saham BBCA.
Di tengah penguatan tersebut, empat saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Green Power Group Tbk (LABA) naik 34,58% menjadi Rp 144, PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) naik 24,62% menjadi Rp 1.240, PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) naik 24,60% menjadi Rp 314, dan PT Jakarta International Hotels &Development Tbk (JIHD) naik 24,30% menjadi Rp 665.
Meski tidak ARA, saham ini juga catatkan penguatan signfikan, seperti saham PT Bank Artha Graha International Tbk (INPC) sebanyak 27,33% menjadi Rp 191, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) naik 17,74% menjadi Rp 1.825, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik 17,47% menjadi Rp 20.000. Sebaliknya saham dengan penurunan terdalam melanda saham, INTD, KOPI, IKAN, IPAC, dan CTBN.
Baca Juga
Pemerintah Salurkan KUR Rp 57,51 Triliun ke Lebih Satu Juta Debitur
Kemarin, IHSG ditutup melonjak sebanyak 106,29 poin (1,70%) menjadi 6.368,29 dengan penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp 412,08 miliar. Net sell melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 693,10 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 71,16 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 53,21 miliar, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 50,29 miliar.
Kenaikan indeks ditopang penguatan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar 6,02%, sektor property 3,72%, sektor consumer primer 3,06%, sektor kesehatan 2,97%, sektor energi 2,82%, sektor consumer non primer 2,92%, dan sektor industry 2,80%.

