Saham Top 10 Market Cap Anjlok, IHSG Terjerembab Hari Ini lebih dari 1%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/1/2025), anjlok sebanyak 91 poin (1,34%) menjadi 7074 hingga pukul 10.00 WIB intraday sesi I. Pelemahan tersebut berbanding terbalik dengan bursa saham Asia lainnya yang bergerak menguat seperti Nikkei dan Hang Seng.
Pelemahan indeks kali ini dipicu atas kejatuhan 10 saham emiten kapitalisasi pasar (market cap) besar, seperti PT Barit Renewables Energy Tbk (BREN) terjun 4,43% menjadi Rp 9,175, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,37% menjadi Rp 9.225, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun 0,98% menjadi 20.225, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) anjlok 1,43% menjadi Rp 4.130, dan PT Amman Mineral Internasional Tbn (AMMN) anjlok 5,03% menjadi Rp 8.025.
Baca Juga
Bisnis Infrastruktur Telko Terdorong Fixed Broadband, Bagaimana Target Saham TOWR, MTEL, dan TBIG?
Penurunan juga dipicu atas pelemahan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebanyak 3,56% menjadi Rp 6.775, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 2,43% menjadi Rp 42.100, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun 1,86% menjadi Rp 2.640, dan PT Pantai Indah Kapuk Dua TBk (PANI) anjlok 4,72% menjadi Rp 12.125.
Penurunan indeks terpengaruh keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga pada rapat semalam. Tak hanya itu, gubernur The Fed menyebutkan tidak akan dilakukan pemangkasan suku bunga secara terburu-buru, sehingga peluang penurunan The Fed berpotensi dilakukan pada semester II. Aksi ini membuat mata uang Asia melemah, seperti Rupiah.
Sedangkan pada pembukaan perdagangan pagi ini, sejumlah saham torehkan lompatan harga, yaitu PT Mitra Investindo Tbk (MITI) naik 24,67% menjadi Rp 184, PT Lion Metal Works Tbk (LION) naik 22,73% menjadi Rp 810, dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) dibuka auto reject atas (ARA) sebanyak 24,79% menjadi Rp 730. Sebaliknya pelemahan melanda saham PT Golden Flower Tbk (POLU), PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML), dan PT Falamacon Nonwoven Industri Tbk (FLMC).
Baca Juga
Harga Minyak AS ke Level Terendah Tahun Ini karena Persediaan Meningkat
IHSG akhir pekan lalu ditutup anjlok sebanyak 66,58 poin (0,92%) menjadi 7.166. Pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 568,04 miliar didominasi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 743,67.
Koreksi tersebut dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor infrastruktur 1,43%, teknologi 2,07%, keuangan 0,90%, material dasar 0,77%, sektor energi 0,52%, dan industry 0,56%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor property mencapai 2,24% dan consumer non primer 049%.
Grafik IHSG

