TINS di Tengah Peningkatan Permintaan Timah Global, Bagaimana Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Timah Tbk (TINS) memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikan laju pertumbuhan kinerja keuangan berlanjut tahun ini. Hal ini menjadikan saham produsen timah terbesar di dunia ini layak dipertahankan beli.
Sucor Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta pekan lalu memberikan rekomendasi beli saham TINS dengan target harga Rp 1.740.
Baca Juga
Analis Sucor Sekuritas Jeremy Hansen NH dalam risetnya menyebutkan bahwa TINS memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, perseroan merupakan perusahaan timah dengan konsesi tambang timah terbesar di Indonesia. Hal ini membuat posisi perseroan paling diuntungkan dari tren peningkatan permintaan global.
Estimasi Kinerja Keuangan TINS
Kedua, terang dia, Timah diuntungkan atas konsistensi pemerintah dalam memberantas pertambangan timah illegal, didukung atas penerapan governance yang baik, dan pengoperasian TSL Ausmelt dengan efisiensi biaya yang labih baik.
Ketiga, terang dia, saham TINS saat ini menawarkan valuasi yang sangat atraktif ditransaksikan dengan perkiraan PE tahun ini sekitar 5,5 kali. “Hal ini mendorong kami untuk mempertahankan rekomenadsi beli saham TINS dengan target harga Rp 1.740 per saham,” terangnya.
Baca Juga
Terkait permintaan timah global, dia mengatakan, pertumbuhan pesat didukung atas pertumbuhan sektor industry lain, seperti computer, robotic, kendaraan Listrik, dan energi terbarukan. Permintaan timah global diprediksi tumbuh dua kali lipat menjadi 800 ribu ton pada 2040. Sedangkan pertumbuhan pasokan masih tetap terbuka akibat minimnya penambangan baru. Hal ini bisa membuat rata-rata harga timah berada di level US$ 28-35 ribu per ton.
Sucor Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih TINS menjadi Rp 1,37 triliun tahun ini, dibandingkan perkiraan tahun lalu Rp 1,13 triliun. Pendapatan perseroan juga diproyeksikan meningkat dari perkiraan tahun 2024 Rp 10,46 triliun menjadi Rp 11,86 triliun.
Grafik Saham TINS

