Simak Tren Bitcoin di Februari 2025, Harga Berpotensi Menuju US$105.000?
JAKARTA, investortrust.id – Sepekan menjelang penutupan bulan bulan Januari 2025, aset kripto tengah dihadapkan pada sejumlah data penting. Rilis data tersebut akan menjadi faktor utama penggerak aset kripto apakah tren penguatan berlanjut pada Februari 2025?
Berdasarkan data dari Coinglass, rata-rata Bitcoin (BTC) ditutup naik sebesar 15,66% sepanjang periode 2013-2024. Pada Februari 2024, BTC tercatat mengalami kenaikan signifikan sebesar 43,55%.
“Setelah retest resistance trendline, pada perdagangan Senin (27/1/2025), BTC berpotensi menuju ke US$ 105.000. Antisipasi penurunan di bawah MA-50 (US$ 99.000), yang berpotensi membawa BTC turun lebih lanjut menguji support US$ 91.000,” jelas Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha dikutip pada Rabu (29/1/2025).
Baca Juga
Panji menilai, pekan ini menjadi momen krusial bagi pasar aset kripto dengan dirilisnya data ekonomi utama dari AS. Termasuk estimasi pertumbuhan PDB dan metrik inflasi yang diperkirakan memengaruhi sentimen investor dan tren pasar. Berikut adalah jadwal peristiwa ekonomi utama yang dapat berdampak signifikan pada pasar aset kripto antara 27-31 Januari 2025:
- Selasa, 28 Januari 2025: Consumer Confidence Index
Indeks ini memberikan wawasan mengenai sentimen dan tren belanja konsumen. Pembacaan yang lebih tinggi dari perkiraan dapat menandakan aktivitas ekonomi yang kuat, sehingga mengalihkan investasi dari aset berisiko seperti aset kripto. Sebaliknya, kepercayaan konsumen yang lebih lemah dapat mendukung kebijakan dovish dari Federal Reserve, meningkatkan likuiditas dan menguntungkan Bitcoin sebagai alternatif penyimpan nilai.
- Rabu, 29 Januari 2025: Federal Reserve Meeting
Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pertama tahun 2025 akan menguraikan kebijakan moneter di bawah administrasi baru. Isyarat pemotongan suku bunga dapat mendorong harga aset kripto dengan menurunkan biaya pinjaman dan meningkatkan likuiditas. Menurut CME Fed Watch Tool, peluang sebesar 97,9% menunjukkan suku bunga acuan The Fed akan dipertahankan di kisaran 4,25%-4,50%.
Baca Juga
Robert Kiyosaki: Orang yang Tidak Bisa Kaya dengan Bitcoin Adalah Orang Bodoh
- Kamis, 30 Januari 2025: Estimasi Pertumbuhan PDB Q4
Pertumbuhan PDB AS diperkirakan melambat menjadi 2,7% pada kuartal IV-2024 dari 3,1% di kuartal ketiga tahun lalu. Pembacaan yang lebih tinggi dari perkiraan dapat mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga, memberikan tekanan pada pasar aset kripto. Sebaliknya, angka PDB yang lebih rendah dapat menjadi alasan untuk pelonggaran moneter, yang berpotensi mendukung aset kripto.
- Jumat, 31 Januari 2025: Data Inflasi PCE Inti
Sebagai indikator inflasi pilihan Federal Reserve, laporan ini akan diawasi ketat untuk tanda-tanda tekanan inflasi. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat dolar AS dan menekan harga Bitcoin, karena investor cenderung beralih ke aset berbasis dolar. Sebaliknya, angka inflasi yang lebih rendah dapat melemahkan dolar dan memberikan dorongan bagi aset kripto seperti Bitcoin.

