Simak Potensi Bitcoin Pekan Ini, Tren Bullish Berlanjut atau Bearish?
Harga Bitcoin (BTC) tetap stabil di atas level US$ 66.500 pada awal pekan ini. BTC memperpanjang kenaikannya di atas level resistensi US$ 67.200 dan US$ 67.500 selama menjelang dan akhir pekan kemarin.
Mengutip Coinmarketcap, Senin (20/5/2024) pukul 12.10 WIB harga BTC terpantau naik 0,19% ke US$ 67.247,64. Lalu selama sepekan tercatat naik 10,27% dengan nilai transaksi US$ 1,3 triliun.
Harga BTC diperdagangkan ke level tertinggi mingguan baru di US$ 67.984 dan baru-baru ini memulai koreksi turun. Bagaimana dengan potensi Bitcoin pekan ini?
Pidato terbaru dari pejabat The Fed yang bersifat hawkish pada Jumat (17/5/2024) efeknya terjadi selama akhir pekan. Pejabat The Fed, Michelle Bowman memperingatkan bahwa suku bunga bisa naik, jika harga konsumen cenderung lebih tinggi.
Dalam pidatonya baru-baru ini, ia memberi isyarat bahwa jalur suku bunga yang lebih tinggi dan jangka panjang untuk menopang inflasi akan kembali ke target 2%. pejabat The Fed lainnya, Neel Kashkari, Loretta Mester, dan Raphael Bostic termasuk di antara pembicara Fed yang menyarankan penundaan penurunan suku bunga.
Baca Juga
Namun, BTC menurut trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur menghindari penurunan tajam, dengan aliran masuk pasar ETF BTC-spot AS dalam memberikan dukungan harga. Dalam pekan lalu, pasar ETF BTC AS melihat total arus masuk bersih sebesar US$ 948.3 juta. Total arus masuk bersih naik dari US$139,4 juta pada pekan yang berakhir 10 Mei.
Angka inflasi dan penjualan ritel AS melawan obrolan Fed yang hawkish, sehingga mendorong permintaan pembeli untuk ETF BTC AS.
"Sepanjang pekan ini, investor harus memantau pidato pejabat The Fed lainnya di tengah ekspektasi penurunan suku bunga AS pada bulan September. Seperti Raphael Bostic, Christopher Waller, dan Philip Jefferson dijadwalkan untuk berbicara. Pandangan mengenai inflasi dan waktu penurunan suku bunga The Fed dapat memengaruhi permintaan pembeli terhadap ETF BTC spot dan tren harga BTC," ujarnya dalam riset, Senin (20/5/2024)
Namun, investor juga harus mempertimbangkan pembaruan terkait kripto dari Capitol Hill. Anggota parlemen dan investor AS menunggu keputusan Presiden Joe Biden apakah akan menandatangani atau memveto resolusi SAB 121 di minggu ini.
Pada Kamis (16/5/2024), Senat AS mencabut SAB 121. Jika Presiden Joe Biden menandatangani resolusi tersebut, perusahaan-perusahaan, termasuk bank-bank AS, tidak perlu memasukkan aset yang disimpan dalam neraca mereka. Sebuah resolusi akan memungkinkan bank untuk menyimpan kripto untuk kliennya, yang merupakan hasil positif bagi BTC dan pasar kripto yang lebih luas.
Sentimen Crypto Fear & Greed Index sedikit menunjukan penurunan sejak satu hari lalu. Pada Senin (20/5/2024), terjadi penurunan sentimen dari 72 ke 70 poin di level kategori "Greed". Hal ini menunjukan bahwa investor masih optimis terhadap pasar kripto, namun sedikit lebih berhati-hati dibandingkan kemarin.
"Meskipun terjadi penurunan, angka 70 masih tergolong tinggi dalam skala CFGI. Hal ini menunjukkan bahwa pasar masih didominasi oleh optimisme, meskipun ada sedikit kekhawatiran," ucap Fyqieh.
Baca Juga
Ini Proyeksi Bos CryptoQuant soal Siklus Bullish Bitcoin, Berakhir April 2025?
Secara teknikal, BTC berada dengan nyaman di atas EMA 50-day dan 200-day, mengirimkan sinyal harga bullish. Saat ini BTC potensi melemah terlebih dahulu ke MA-50 di sekitar US$ 65.800, jika berhasil rebound MA-50 maka potensi untuk melanjutkan kenaikan ke sekitar US$ 69.000 dan akan mendukung pergerakan ke level US$ 70.000.
Penembusan di atas level US$ 70.000 dapat membuat pembeli naik ke level tertinggi sepanjang masa US$ 73.808. Komentar pejabat The Fed, data aliran ETF BTC spot AS, dan pembaruan dari Capitol Hill perlu dipertimbangkan.
Sebaliknya, penurunan BTC di bawah level dukungan US$ 64.000 dan EMA 50-day dapat menandakan penurunan ke level dukungan US$ 60.365. Namun, tekanan beli mungkin meningkat pada level dukungan US$ 64.000. EMA 50-day bertemu dengan level support.

