Simak! 3 Sinyal Ekonomi AS Ini Berpotensi Gerakkan Harga Bitcoin Pekan Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pekan ini, pasar kripto bersiap menghadapi tiga indikator ekonomi utama dari Amerika Serikat (AS). Hal ini seiring dengan meningkatnya pengaruh data ekonomi makro terhadap pergerakan harga Bitcoin (BTC) dan pasar aset digital secara keseluruhan.
Sementara itu, harga Bitcoin masih menunjukkan kekuatan dengan tetap bertahan di atas level US$ 118.000, meski dominasi BTC mengalami penurunan dan kekhawatiran aksi jual masih membayangi.
Adapun ada tiga data ekonomi AS yang wajib dipantau di pekan ini dilansir dari BeInCrypto, dikutip Selasa (22/7/2025). Salah satu dari tiga sinyal ekonomi AS utama datang dari pernyataan pembuka Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, yang menurut jadwalnya akan berbicara dalam Banking Conference pada hari Selasa (22/7/2025).
Pidato ini akan datang hanya seminggu setelah data CPI (Consumer Price Index) AS menunjukkan inflasi tahunan naik ke 2,7% pada Juni. Selain itu, pidato tersebut juga hadir kurang dari dua minggu sebelum pertemuan FOMC berikutnya, di mana para pembuat kebijakan mematok peluang 95,3% bahwa suku bunga akan tetap tidak berubah.
Baca Juga
Bitcoin Cetak Rekor Tertinggi, PINTU Gelar Pintu Futures Trading Competition
Oleh karena itu, para trader akan mencermati setiap sinyal ekonomi dari Powell, berharap mendapatkan petunjuk soal arah suku bunga yang akan diumumkan pada 30 Juli mendatang. Namun di balik ekspektasi tersebut, muncul dinamika politik yang mempersulit proyeksi pasar.
Powell saat ini tengah menghadapi tekanan politik dari pemerintahan Trump yang mendorong pemangkasan suku bunga, dengan alasan bahwa tingkat suku bunga yang tinggi menghambat pertumbuhan ekonomi.
Meski Powell tetap berpegang pada pendekatan hati-hati, beberapa pihak berspekulasi ia bisa saja mengundurkan diri sebelum masa jabatannya berakhir pada Mei 2026.
Powell juga mendapat kritik dari Gedung Putih terkait proyek renovasi gedung senilai US$2,5 miliar milik The Fed. Sejumlah pejabat pemerintah bahkan menyerukan audit, dengan spekulasi bahwa hasil audit bisa digunakan untuk mencopot Powell secara resmi.
Baca Juga
Pasar Kripto Bangkit di Kuartal II 2025, Kapitalisasi Tembus US$ 3,5 Triliun Didominasi Bitcoin
Jika Jerome Powell benar-benar mundur atau diberhentikan, hal ini berpotensi bullish bagi Bitcoin dan aset kripto lainnya, karena dapat menandai pergeseran kebijakan ke arah pemangkasan suku bunga.
Pemangkasan suku bunga umumnya meningkatkan likuiditas, memperbesar selera risiko, dan melemahkan nilai fiat — tiga faktor yang secara historis mendorong permintaan terhadap Bitcoin sebagai lindung nilai.
Lalu data penting lainnya minggu ini adalah klaim awal pengangguran (initial jobless claims), yaitu jumlah warga AS yang untuk pertama kalinya mengajukan asuransi pengangguran minggu lalu.
Indikator ini makin relevan karena pasar tenaga kerja kini menjadi elemen kunci dalam narasi makro Bitcoin. Untuk pekan yang berakhir 12 Juli, klaim awal tercatat 221.000. Berdasarkan proyeksi MarketWatch, angka ini diperkirakan naik menjadi 229.000 untuk pekan yang berakhir 19 Juli.
Sementara itu, harga Bitcoin kembali mengalami tekanan sepanjang pekan ini. Berdasarkan data CoinMarketCap per Senin (22/7/2025) pukul 06.00 WIB, BTC diperdagangkan di level US$ 117.464,68, melemah 2,19% dalam tujuh hari terakhir.
Penurunan ini terjadi meskipun volume perdagangan harian melonjak 24,43% menjadi US$ 69,8 miliar, mencerminkan tingginya aktivitas pelaku pasar di tengah ketidakpastian makroekonomi global. Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di level US$ 2,33 triliun, turun tipis 0,07% dalam 24 jam terakhir.
Dari sisi teknikal, grafik harga mingguan menunjukkan BTC sempat menyentuh level tertinggi US$120.100 pada 16 Juli, namun gagal mempertahankan momentum bullish dan bergerak fluktuatif di kisaran US$ 117.000 – 119.000. Harga mulai melemah tajam sejak 20 Juli dan mencatat penurunan bertahap hingga hari ini.
Sementara itu, jumlah pasokan beredar saat ini mencapai 19,89 juta BTC, mendekati total maksimal yang dibatasi sebanyak 21 juta BTC. Rasio volume terhadap kapitalisasi berada di angka 0,03%, menandakan likuiditas pasar yang cukup stabil meski ada gejolak harga.

