IHSG Sesi I Anjlok 1,45% Akibat Israel-Iran, Tapi Lima Saham Dipimpin TAFT justru Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Dipicu serangan balasan Israel ke Iran, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (19/4/2024), ditutup amblas 103,71 poin (1,45%) menjadi 7.063,10. Penurunan tersebut sejalan dengan koreksi seluruh indeks bursa saham global dan Asia.
Data pasar mengungkap indeks Nikkei anjlok sebanyak 943 poin, Hong Kong indeks turun 208 poin, dan Strait Times melemah hingga 18 poin. Sedangkan Dow Future, Nasdaq Future, dan S&P500 Future mendadak anjlok lebih dari 1% pagi ini.
Baca Juga
Dulu Jadi Pilihan Investor, Kini Pergerakan Saham UNVR, ASII, dan TLKM kian Merana
Penurunan teradalam indeks melanda sektor saham berikut, yaitu saham sektor teknologi turun 2,32%, sektor keuangan 1,59%, sektor infrastruktur 1,90%, sektor konsumer primer 1,92%, dan sektor transportasi 2%.
Meski IHSG terkapar masih ada saham cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Tunas Alfin Tbk (TALF) melesat Rp 70 (24,65%) menjadi Rp 354. Penguatan juga melanda saham PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) sebesar Rp 60 (17,86%) menjadi Rp 396.
Saham PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) menguat Rp 13 (16,46%) menjadi Rp 92, PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) menguat Rp 70 (12,50%) menjadi Rp 630.
Baca Juga
Sektor Komoditas Bisa Berjaya Usai Israel Serang Iran, Ini Rekomendasi Sahamnya
Sebaliknya penurunan melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA), PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (BJBR).
Semalam bursa saham Wall Street ditutup bervariasi, yaitu Nasdaq melemah 0,52% dan S&P500 turun 0,22%. Sebaliknya Dow Jones naik tipis 0,06%. Adapun IHSG kemarin ditutup rebound sebanyak 35,97 poin (0,50%) menjadi 7.166,81. Investor asing kembali melanjutkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 723,76 miliar.

