IHSG Melorot 1,12% Sepekan, Investor Asing Gencar Jual Saham
JAKARTA, investortrsut.id – Pasar saham mengalami pelemahan cukup dalam sepanjang pekan ini, periode 26 – 20 Oktober 2023. Ketidakpastian ekonomi global yang kian meninggi akibat masalah geopolitik dan suku bunga telah memicu kekhawatiran pelaku pasar.
Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan mengerek suku bunga acuan BI7DDR sebesar 25 bps ke level 6%. Langkah ini merupakan upaya BI meredam pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Tekanan pasar tercermin pada pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Selama sepekan, IHSG mengalami penurunan sebesar 1,12% menjadi berada di posisi 6.849,168 dari 6.926,780 pada pekan lalu.
Baca Juga
Emas Batangan Antam Meroket, Rekor Harga Tertinggi Pecah Lagi
Kendati IHSG melemah, kapitalisasi pasar justru menguat sebesar 0,55% menjadi Rp10.620 triliun selama sepakan, dari Rp10.560 triliun pada pekan sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indinesia, Kautsar Primadi Nurahmadi mengatakan, mayoritas indikator perdagangan mengalami penguatan sepekan terakhir, termasuk rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) Bursa sebesar 16,82% menjadi Rp11,81 triliun dari Rp10,11 triliun pada sepekan yang lalu.
Peningkatan indikator perdagangan paling tinggi tampak rata-rata volume transaksi harian Bursa selama sepekan, yaitu sebesar 23,08% menjadi 24,01 miliar lembar saham dari 19,51 miliar lembar saham pada pekan lalu.
Baca Juga
“Peningkatan sebesar 12,27% terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa selama sepekan, menjadi 1.344.504 kali transaksi dari 1.197.523 kali transaksi pada pekan lalu,” papar Kautsar dalam keterangannya yang dikutip, Sabtu (21/10/2023).
Sementara itu, hingga penutupan pasar saham, Jumat (21/10/2023), investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp288,56 miliar, dan sepanjang tahun 2023 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp8,49 triliun.

