IHSG Sepekan Melorot 0,59% Akibat Sejumlah Saham Ini, Sebaliknya Asing justru Borong Rp 3,27 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan ini atau 15-19 Desember 2025 mencatatkan penurunan sebanyak 50,94 poin (0,59%) menjadi 8.609. Penurunan memicu kapitalisasi pasar (market cap) BEI turun Rp 94 triliun menjadi Rp 15.788 triliun.
Penurunan indeks pekan ini dipicu atas kejatuhan sejumlah saham-saham big cap, seperti, saham BYAN anjlok 7,54%, saham FILM melemah 19,55%, TLKM turun 3,94%, AMMN meloro 5,95%, dan BRMS melemah 8,13%. Penurunan juga melanda saham CUAN, BRPT, BREN, dan BUMI.
Baca Juga
BRI 130 Tahun: Dari Bank Rakyat Menjadi Bank Universal Indonesia
Penurunan juga dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi anjlok 2,85%, teknologi 3,24%, konsumer primer 3,52%, material dasar 2,25%, property 1,53%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor keuangan, kesehatan, konsumer non primer, dan industry.
Adapun beberapa saham dengan pelemahan paling dalam selama sepekan dicatatkan, saham PJHB dengan koreksi 35,64%, COAL turun 30,30%, CTTH melemah 26,15%, KETR turun 25,79%, dan IMJS melemah 25.76%.
Meski IHSG dilanda penurunan pekan ini, pemodal asing justru agresif memborong saham dengan catatan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 3,27 triliun. Nilai net buy tersebut menunjukkan kenaikan pesat, dibandingkan pekan sebelumnya hanya Rp 1,42 triliun.
Baca Juga
Berdasarkan data BEI, net buy terbanyak dicatatkan saham IMPC senilai Rp 2,66 triliun. Kemudian BMRI diborong asing mencapai Rp 853 miliar, CARE senilai Rp 751 miliar, CASA mencapai Rp 579 miliar, dan BACA senilai Rp 470 miliar.
Sumbangan net buy terbesar saham tersebut berasal dari adanya transaksi saham oleh pemodal asing melalui pasar negosiasi, seperti IMPC senilai Rp 2,55 triliun, CARE Rp 749,79 miliar, CASA mencapai Rp 580 miliar, dan BACA Rp 470 miliar.
Adapun saham dengan penjualan bersih (net sell) terbesar pekan ini disumbangkan saham PANI senilai Rp 950 miliar, BUMI mencapai Rp 766 miliar, DEWA sebanyak Rp 455 miliar, BBRI senilai Rp 299 miliar, dan BBCA mencapai Rp 279 miliar.

