Bidik Pertumbuhan Pendapatan dan Laba 100% di 2025, Ingria Pratama (GRIA) Gencarkan Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) membidik pendapatan usaha sebesar Rp 120,8 miliar dan laba bersih Rp 7,1 miliar pada 2025. Target ini setara dengan pertumbuhan sebanyak dua kali lipat atau 100% dari realisasi sepanjang 2024.
“Target kinerja keuangan tersebut dapat dicapai dengan rencana pembangunan rumah sebanyak 693 unit dan penjualan rumah sebesar 642 unit tahun ini,” ujar Direktur Utama Ingria Pratama Capitalindo H.K. Hakim Noor dalam paparan publik di Javarock Senopati, Selasa (21/1/2025).
Sedangkan pendapatan perseroan hingga kuartal III-2024 telah tercatat Rp 42,1 miliar dengan laba bersih Rp 2,9 miliar. Hingga Desember 2024, perseroan berhasil membangun 956 unit rumah yang meningkat 53,2% (yoy). Pembangunan rumah tersebut tersebar di Kalimantan dan Jawa Barat dengan kontribusi sebesar 58,8% dan 41,22% secara berurutan.
Baca Juga
Pertumbuhan Emiten Properti 2025 Berlanjut, Begini Target Sahamnya mulai dari PANI hingga SMRA
Pada periode yang sama, GRIA melakukan penjualan rumah sebanyak 330 unit rumah atau meningkat 30,4% (yoy). Penjualan rumah tersebut berasal dari Kalimantan dan Jawa Barat dengan kontribusi masing-masing sebesar 70,6% dan 29,4%.
Dari realisasi tersebut, Hakim menyimpulkan bahwa perseroan dapat menjaga pertumbuhan kinerja operasional yang berkelanjutan hingga akhir 2024. Kinerja tahun lalu telah mencapai target operasional yang ditentukan pada 2024.
“Kami percaya bahwa memiliki hunian adalah hak dasar setiap warga negara. Oleh karena itu, kami terus berupaya mengembangkan bisnis properti yang bermanfaat dan layak bagi seluruh masyarakat,” jelas Hakim.
Demi melanjutkan kinerja positifnya, perusahaan akan mulai menyasar kelompok masyarakat menengah ke atas, tidak hanya akan fokus pada penyediaan rumah bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR).
Baca Juga
Hashim Ungkap 4 Negara Asing yang Berkomitmen Dukung Program 3 Juta Rumah
Perusahaan juga melakukan peningkatan kualitas rumah, mencakup penyediaan air bersih, pemasangan internet gratis selama tiga bulan pertama, pemasangan anti rayap, hingga penyediaan ruang terbuka hijau.
“Dengan peningkatan kualitas tersebut, GRIA mampu menyediakan rumah subsidi maupun rumah nonsubsidi yang sesuai kebutuhan masyarakat. Sehingga dapat mendukung program pemerintah untuk mengatasi housing backlog,” terang Hakim.
Manajemen pun mengaku semakin optimististis dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang mendukung industri perumahan seperti target tiga juta rumah baru tiap tahun.
Ada pula kebijakan peningkatan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 320.000 unit rumah yang setara dengan anggaran pemerintah sebesar Rp 28,2 triliun. Kemudian a insentif fiskal berupa pajak ditanggung pemerintah (DTP) yang berlaku tahun ini.
Baca Juga
Cushman & Wakefield: Program 1 Juta Hunian Vertikal Berdampak Positif bagi Sektor Properti
Di samping itu, tingkat suku bunga yang menunjukkan tren penurunan dinilai turut memberi angin segar bagi masyarakat untuk dapat mengakses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga lebih ringan. “Ditambah lagi ada keringanan MBR untuk memiliki rumah dengan dihapuskannya Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta pembebasan biaya pembuatan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG),” rinci Hakim.
Pada kesempatan yang sama, Direktur GRIA Hugo Feber Parluhutan Silalahi turut menyampaikan optimisme perseroan dalam mencapai target ke depannya. Emiten ini bahkan juga ingin meningkatkan kualitas fasilitas penunjang perumahan, seperti instalasi pengolahan air, pemasangan anti rayap, integrasi transportasi umum, hingga pengolahan limbah secara mandiri.
Upaya peningkatan kualitas air telah diimplementasikan di proyek Gria Mahakam City, dengan memasang instalasi pengolahan air sebagai pemenuhan kebutuhan dasar atas air bersih bagi pelanggan GRIA.
Grafik Saham GRIA

