IHSG Berpeluang Lanjut Rebound, Dua Saham Ini Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/1/2025), diproyeksikan menguat menunguji resisten terdekat 7.197. Meski demikian, trend indeks masih bearish, sehingga pemodal diminta untuk tetap waspada.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang ditebritkan menyebutkan bahwa peluang indeks menuju resisten terdekat 7.197 terbuka setelah ditutup Kembali menguat akhir pekan lalu. Hanya saja penguatan diproyeksikan masih bersifat sementara.
Baca Juga
Pemodal, terang dia, diminta untuk tetap waspada terhadap potensi pelemahan, jika indeks turun di bawah support 6.956. Sedangkan saham pilihan yang layak dipantu saham GOTO dan SCMA direkomendasikan beli dengan target harga masing-masing Rp 88-93 dan Rp 185-199. Sebaliknya saham DOID dan ISAT direkomendasikan jual.
Penguatan indeks juga bakal terpengaruh lompatan bursa saham dunia akhir pekan lalu, seperti Wall Street melesat setelah Dow Jones naik 0,78%. Penguatan pesat juga melanda indeks S&P500 sebanyak 1% dan Nasdaq mencapai 1,51%.
Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil torehkan penguatan sebanyak 65,79 poin (0,93%) dari 7.088,86 menjadi 7.154,65. Penguatan tersebut berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya dengan penurunan sebanyak 1,05%.
Baca Juga
Sejarah Baru, Ini Pemimpin Negara yang Bakal Hadiri Pelantikan Trump
Lebih mengesankan lagi, pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 247,45 miliar, dibandingkan pekan lalu dengan penjualan bersih (net sell) Rp 2,11 triliun. Pekan ini tercatat sebagai pekan net buy pertama untuk tahun 2025.
Meski demikian, pemodal asing masih mencatatkan penjualan bersih saham year to date (ytd) senilai Rp 2,68 triliun. Net sell terbanyak disumbangkan BBRI Rp 641,27 miliar, BRMS Rp 477,10 miliar, dan BBCA senilai Rp 371,40 miliar.
Kenaikan tersebut berimbas terhadap peningaktan nilai kapitalisasi pasar (market cap) BEI dari Rp 12.403 triliun menjadi Rp 12.472 triliun. Sedangkan penopang utama kenaikan indeks pekan ini datang dari pemangkasan suku bunga Bank Indonesia atau BI Rate sebanyak 25 bps menjadi 5,75 pada Rabu.
Grafik IHSG

