Gara-gara Rugi Investasi Saham, Laba Mandiri Service (MAHA) Tinggal Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) atau Mandiri Service membukukan penurunan laba tahun berjalan hingga September 2023 menjadi Rp 122,45 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 228,22 miliar.
Mandiri Service dalam publikasi laporan keuangan, Senin (30/10/2023) menyebutkan, penurunan laba dipengaruhi atas adanya rugi investasi saham yang belum direalisasikan senilai Rp 108,86 miliar sampai kuartal III-2023, dibandingkan dengan keuntungan investasi saham hingga kuartal III-2022 sebanyak Rp 59,47 miliar.
Baca Juga
Aksi Senyap Anggota Keluarga Sugianto Berlanjut, Kali Ini Borong Jutaan Saham MAHA
Sedangkan dari sisi pendapatan tercatat naik menjadi Rp 1,39 triliun, dibandingkan hingga September 2022 senilai Rp 1,15 triliun. Kenaikan tersebut membuat laba bruto terdongkrak dari Rp 259,22 miliar menjadi Rp 336,26 miliar.
Penurunan laba perseroan juga dipicu atas kenaikan beban keuangan dari Rp 10,27 miliar menjadi Rp 20,69 miliar. Peningkatan pajak penghasilan dari Rp 41,71 miliar menjadi Rp 52,80 miliar.
Sedangkan total aset perseroan melambung dari semula Rp 1,60 triliun menjadi Rp 2,38 triliun. Total liabilitas juga meningkat dari Rp 469,52 miliar menjadi Rp 739,41 miliar.
Sebelumnya, anggota keluarga taipan batu bara Eddy Sugianto, yakni Diah Asriningpuri Sugianto, kembali menambah kepemilikan saham Mandiri Service (MAHA).
Baca Juga
Diah yang tercatat sebagai Komisaris Utama PT Prima Andalan Mandiri ini membeli sebanyak 4 juta saham MAHA secara berkala dari 23-25 Oktober 2023. Total dana yang digelontorkan mencapai Rp 908 juta.
Sekretaris Perusahaan MAHA Ivan Darwin mengatakan, pembelian dengan tujuan investasi tersebut menjadikan kepemilikan saham Komut tersebut bertambah dari 7,5483% menjadi 7,5734% saham MAHA.
Berdasarkan data, PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) merupakan perusahaan terafiliasi dengan PT Prima Andalan Mandiri Tbk (COAL). MAHA bergerak di bisnis jasa transportasi mineral dan batu bara dengan wilayah operasi utama di Kalimantan Timur.

