Harga Bitcoin bakal Naik Saat Imlek 2024? Cek Data Historisnya
JAKARTA, investortrust.id – Berdasarkan CoinMarketCap, secara historis harga Bitcoin (BTC) selalu mencatatkan kenaikan saat dan setelah tahun baru Imlek. Sebab, momen ini dianggap sebagai waktu yang baik untuk berinvestasi atau masuk (entry time) bagi investor untuk meraup cuan.
Data Coinglass juga menunjukkan bahwa sejak satu dekade terakhir, Bitcoin cenderung ditutup positif pada setiap Februari dengan rata rata kenaikan 12,13%.
“Pada perayaan Tahun Baru Imlek 2024 ini, pasar kripto berpotensi akan mengalami hal yang sama, karena optimisme ETF Bitcoin spot yang telah disetujui di AS bulan lalu,” jelas Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha, Selasa (6/2/2024).
Pekan ini, Komisi Sekuritas dan Berjangka Hong Kong (SFC) akan memutuskan aplikasi ETF Bitcoin spot oleh Harvest Hong Kong, tepatnya pada 9 Februari 2024. Apabila disetujui, perdagangan ETF Bitcoin Spot diperkirakan akan dimulai setelah Tahun Baru Imlek, yakni pada 10 Februari 2024.
“Dalam menghadapi keragaman sentimen pasar pekan ini, investor dan trader dapat tetap berhati-hati, serta mengikuti perkembangan pasar dengan cermat,” imbuh Yudha.
Dia menganjurkan pemodal untuk melakukan riset mandiri dan berinvestasi sesuai profil risiko individual masing-masing, guna mengambil keputusan investasi yang tepat.
Baca Juga
Bitcoin membuka awal Februari 2024 dengan cenderung bergerak sideways di kisaran US$ 41.800-43.800, setelah berhasil menutup Januari dengan kenaikan tipis 0,62% di harga US$ 42.580.
Sedangkan pada Selasa (6/2/2024) pagi pukul 08.00 WIB, BTC bertengger di level US$ 42.600 naik sekitar 0,52% dalam 24 jam terakhir. Sementara di waktu yang sama, Ethereum (ETH) juga mengalami kenaikan 0,87% bergerak di level US$ 2.301.
Adapun, total kapitalisasi pasar aset Kripto berada di level US$ 1,590 triliun atau menguat 0,7% dalam 24 jam terakhir. “Dalam jangka pendek BTC berpotensi bergerak sideways sekitar US$ 41.800-43.800 atau di kisaran MA-20 hingga MA-50,” sambung Yudha.
Di sisi lain, jika harga BTC naik di atas moving average 50 hari (MA-50) maka berpotensi menuju level resistance US$ 44.500. Sementara, bila turun di bawah MA-20, BTC melemah ke ke support US$ 40.500.
“Breakdown di bawah MA-50 potensi penurunan ke support dinamis MA-20 di kisaran US$ 42.000 dan support terdekat berada di US$ 40.500,” tegasnya. (CR-10)
Baca Juga
Pascapeluncuran ETF Bitcoin, Harga Bitcoin Naik Hingga ke Level US$ 40.000
