Bitcoin Berpotensi Menguat Pasca Imlek 2024
JAKARTA, Investortrust.id - Sebagai salah satu primadona pada kategori aset kripto, harga bitcoin berpotensi meningkat setelah perayaan tahun baru imlek 2024. Ada sejumlah faktor yang mendukung potensi penguatan tersebut.
Dengan pengaruhnya yang besar terhadap pasar kripto secara keseluruhan, Bitcoin mendapat perhatian khusus karena volatilitasnya yang tinggi. Sempat mengalami pergolakan di awal tahun, akhirnya Bitcoin menutup Januari 2024 dengan kinerja kenaikan 0,62%.
Menurut Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, harga Bitcoin cenderung menurun sebelum perayaan imlek dan hal sebaliknya terjadi usai imlek. Karena orang-orang yang merayakan cenderung menarik investasi mereka untuk memenuhi kebutuhan uang tunai.
“Meski potensi turun masih kuat, tapi ada yang mungkin berbeda dari pergerakan Bitcoin dari pasar kripto, umumnya pada tahun 2024 ini,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Rabu (7/2/2024).
Baca Juga
Jokowi Kaget Mahasiswa UNU Yogyakarta Belajar AI, Bitcoin, dan Saham
Jika melihat beberapa tahun ke belakang, harga Bitcoin memang cenderung menurun menjelang perayaan. Bahkan, pada 2022 menurun 18%. Namun anomali terjadi pada 2023, dimana Bitcoin merangkak naik signifikan 12% hingga menyentuh US$ 23.000 setelah sebelumnya berada di posisi US$ 21.000.
Dikatakan Fyqieh, tahun 2024 lebih cocok dikomparasi dengan tahun 2020. Karena pada 2024 adalah setahun sebelum bull market pada 2021. Jika merujuk data, pada 2020 harga Bitcoin berada di level US$ 8.360 bertepatan perayaan imlek. Sebulan setelahnya, harga Bitcoin meningkat 11,5% menjadi US$ 9.323.
”Harapannya tahun 2024 ini akan ada pergerakan kenaikan setelah perayaan imlek,” katanya.
Menurut Fyqieh, ada dua faktor yang mendorong penguatan harga Bitcoin di tahun ini, yaitu berkaitan dengan tahun naga kayu dan adanya stimulus ekonomi dari Tiongkok.
Di dunia astrologi, tahun naga kayu memberi kemakmuran dan keberuntungan. Ketika merayakan tahun naga, pasar kripto tampak bergairah. Bahkan pada prediksi tahun sebelumnya untuk tahun kelinci yang mengantisipasi fluktuasi pasar, Bitcoin justru mengalami lonjakan hampir 155% dalam setahun terakhir, sementara Ethereum meningkat 47%.
“Membeli Bitcoin pada akhir pertama tahun baru imlek dan menjualnya 10 hari perdagangan kemudian akan menghasilkan rata-rata +9%, dengan delapan tahun terakhir (2015-2023) menunjukan keuntungan positif,” jelasnya.
Pendorong potensi penguatan lainnya, lanjut Fyqieh, adalah kebijakan ekonomi pemerintah Tiongkok. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, Bank Sentral Tiongkok mengumumkan pelonggaran kebijakan dengan memotong 50 basis poi mulai 5 Februari, sehingga menyediakan modal jangka panjang CNY 1 triliun.
“Kemungkinan aliran dana yang besar dapat masuk ke pasar kripto dan meningkatkan permintaan. Peningkatan likuiditas sering kali berarti investasi yang lebih besar pada aset berisiko, karena investor mencari imbal hasil yang lebih tinggi yang dapat menyebabkan peningkatan nilai Bitcoin,” pungkasnya.
Oleh karena itu, Fyqieh optimistis dengan masa depan Bitcoin. “Bitcoin diharapkan mengalami perkembangan signifikan, didorong oleh optimisme pasar dan situasi makroekonomi yang bersiap untuk menghadapi perubahan signifikan,” terangnya.
