Emiten Sinar Mas Group (GEMS) ‘Pede’ Harga Batu Bara Menguat Kuartal IV, Ternyata Karena Ini
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaam tambang batu bara milik Sinar Mas Group, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) menyampaikan volume produksi batu bara hingga kuartal III-2023 masih sejalan dengan target yang ditetapkan tahun 2023 sebesar 40 juta ton.
Presiden Direktur PT Golden Energy Mines Tbk, Bonafisius, mengatakan, volume produksi di semester I-2023 tercatat sebesar 20,4 juta ton dan berhasil melampaui 50% dari target produksi tahun 2023.
Jadi untuk volume produksi Perseroan hingga kuartal IV - 2023 saat ini masih sejalan dengan target Perseroan untuk tahun 2023,’’ kata Bonafisius dalam keterangan yang dikutip, Minggu (8/10/20230).
Manajemen GEMS menyebut, target produksi dapat dicapai mengingat Perseroan memiliki cadangan batu bara yang cukup besar, mencapai 900 juta ton.
Baca Juga
Cadangan tersebut bersumber dari PT Borneo Indobara (BIB) sebesar 600 juta ton, diikuti cadangan PT Barasentosa Lestari (BSL) sebesar 200 juta ton dan PT Kuansing Inti Makmur (KIM) dengan cadangan 60 juta ton. Ketiga anak usaha GEMS tersebiut memiliki izin usaha pertambangan di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
‘’Saat ini Perseroan masih akan fokus dengan BIB, dan untuk konsesi lainnya ke depannya tetap akan dikerjakan tergantung dengan perkembangan infrastruktur yang memadai,’’ urainya.
Terkait prospek penjualan, Manajemen GEMS melihat, harga batu bara di kuartal IV-2023 mulai mengalami peningkatan dibanding harga kuartal III-2023, sehingga akan berdampak pada penjualan.
Peningkatan harga tersebut dipengaruhi oleh permintaan batu bara yang meningkat khususnya di negara yang memiliki 4 musim dan mulai memasuki musim dingin dan dampak perang Ukraina yang memburuk sehingga beberapa negara di Eropa mulai menyalakan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara.
Baca Juga
Intip Sentimen IHSG Sepekan, Pergerakan 6 Saham Patut Dipantau
‘’Perseroan memandang kebutuhan dunia terhadap batu bara masih besar, hampir 60%-70% pembangkit listrik di dunia masih menggunakan bahan bakar batu bara karena sampai saat ini masih menjadi opsi yang paling murah dan tersedia, sehingga Perseroan memandang masa depan untuk industri batu bara masih panjang dan baik,’’ pungkasnya.
Sebagai catatan, per semester I-2023, GEMS mencetak laba bersih sebesar US$ 333,48 juta, menurun 0,72% dari realisasi laba bersih di periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 335,921 Juta.
Sementara itu pendapatan perseroan tercatat US$ 1,44 miliar, naik 8,17% dari pendapatan semester pertama 2022 sebesar US$ 1,33 miliar.
Kontribusi utama pendapatan GEMS didominasi penjualan batu bara kepada pelanggan di luar negeri sebesar US$ 1,02 miliar, disusul penjualan ke dalam negeri senilai US$ 421,47 juta.

