Vale (INCO) Catat Penurunan Laba Kuartalan Jadi AS$ 52,6 Juta, Ini Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan laba sebesar AS$ 52,6 juta pada kuartal III-2023, turun dibandingkan laba sebelumnya yang tercatat AS$ 70,4 juta di kuartal II-2023. Penurunan laba disebabkan oleh harga realisasi rata-rata nikel yang lebih rendah.
Sementara periode Januari - September 2023, Vale mencatat total laba AS$ 221,08 juta, naik dibanding periode yang sama tahun 2022 yang tercatat AS$ 168,38.
CEO dan Presiden Direktur Perseroan, Febriany Eddy, mengatakan, pada periode sembilan bulan tahun 2023, harga realisasi rata-rata Vale masing-masing sebesar AS$1 6.204 dan AS$ 18.596 per ton, menunjukkan penurunan sebesar 10% dan 6% bila dibandingkan dengan harga realisasi rata-rata pada kuartal II-2023 dan September 2022.
Baca Juga
IHSG Berpotensi Balik Menguat, Pantau ISAT, INKP, SMRA dan PSSI
“Meskipun terjadi penurunan harga, Perseroan berhasil mencatat peningkatan penjualan sebesar 7% per September 2023 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” papar Febriany dalam keterangan yang dikutip, Jumat (27/10/2023).
Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan volume pengiriman nikel dalam matte. Dengan demikian, kata dia, total Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) Vale sebesar AS$ 401,1 juta pada kuartak III-2023, melampaui AS$ 382,6 juta yang dicatat pada kuartal III-2022.
Beban Pokok Pendapatan Grup selama sembilan bulan pertama tahun 2023 sebesar AS$ 650,9 juta, meningkat 6% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh konsumsi bahan bakar dan biaya-biaya terkait.
Sementara untuk kinerja produksi, Febriany menyebut Vale menunjukkan kinerja produksi yang kuat dengan mencapai 17.953 metrik ton selama kuartal III-2023.
Baca Juga
Selain itu, selama kuartal III-2023, PT Vale telah menginvestasikan belanja modal sebesar AS$ 65,7 juta, meningkat dari AS$ 60,8 juta yang dikeluarkan pada kuartal II-2023. Peningkatan ini terutama dialokasikan untuk belanja modal keberlanjutan dan pertumbuhan.
“Meskipun terdapat pengeluaran yang lebih tinggi, Perseroan tetap mampu mengelola kas secara hati-hati dan melaporkan saldo kas dan setara kas sebesar AS$ 768,4 juta pada 30 September 2023, naik dari AS$ 719,9 juta pada 30 Juni 2023,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Febriany Eddy, pihaknya telah melakukan penandatanganan Perjanjian Definitif dengan Huayou dan Ford pada 30 Maret 2023. Terkait itu Vale mengumumkan penyelesaian evaluasi dan persetujuan Dewan Komisaris atas tambang Pomalaa dengan investasi senilai AS$ 925 juta yang akan memasok bijih ke Pomalaa HPAL.
Dikatakan, hal ini untuk mendukung rantai pasokan kendaraan listrik di Indonesia.

