Harga Emas Puliha Terdorong Sejumlah Faktor Berikut
JAKARTA, investortrust.id – Harga emas pulih ke zona US$ 2.648 per troy ons pada Senin pagi (16/12/2024). Pemulihan harga emas didukung antisipasi pelaku pasar terhadap potensi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve pekan ini.
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) memaparkan, para pelaku pasar tengah focus pada keputusan kebijakan Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga sebesar seperempat poin pada pertemuan Desember ini.
“Emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) cenderung bersinar ketika tingkat suku bunga lebih rendah dan selama terjadi ketidakpastian ekonomi atau geopolitik,” tulis riset ICDX, Senin (16/12/2024).
Baca Juga
Penguatan harga emas juga terdorong data AS baru-baru ini yang menunjukkan inflasi yang turun. Tarif impor yang tinggi dari Donald Trump dan imigrasi yang dibatasi diperkirakan menaikkan harga konsumen, sehingga Federal Reserve (The Fed) memilih untuk melakukan pendekatan yang lebih hati-hati dengan pelonggaran moneter tahun 2025.
“Di bidang geopolitik, serangan Israel di Gaza menewaskan sedikitnya 53 warga Palestina, termasuk seorang jurnalis dan petugas penyelamat, sementara militer Israel mengatakan pasukan udara dan darat di utara daerah kantong itu membunuh puluhan militan dan menangkap lainnya,” urainya.
Penguatan harga emas juga datang dari China, yaitu data ekonomi pada Senin menunjukan penjualan ritel (year on year/yoy) naik 3,0% pada November, dibandingkan dengan ekspektasi 4,6% dan 4,8% sebelumnya. Sementara itu, produksi industri tahunan naik 5,4%, melebihi konsensus pasar yang memperkirakan kenaikan 5,3%.
Baca Juga
Ada Stimulus PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) 1%, Cek Barang yang Nikmati DTP
“Selanjutnya optimisme mengenai rencana China untuk meningkatkan stimulus ekonomi dapat mendorong permintaan minyak,” paparnya.
Kemudian, Otoritas China, yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping, telah berjanji untuk meningkatkan target defisit fiskal tahun depan, mengalihkan fokus kebijakan ke konsumsi untuk mendorong perekonomian di tengah ancaman tarif AS sebesar 10% yang mengancam ekspor.
Melihat sentimen di atas, ICDX memproyeksikan harga emas naik dengan support beralih ke area US$ 2.620 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.669. Sementara support terjauhnya berada di area US$ 2.585 - US$ 2.520, sedangkan resistance terjauhnya berada di area US$ 2.715 - US$ 2.775.

