Klaim Asuransi Melonjak, Simak Rekomendasi Saham HEAL dan MIKA
JAKARTA, investortrust.id – CGS International Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi netral pada sektor kesehatan. Hal ini disebabkan oleh pada bulan September 2024, rumah sakit memperketat pencairan klaim sejalan dengan tujuan dari penyedia asuransi untuk mengurangi beban keuangan.
Mengacu data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio klaim agregat perusahaan asuransi secara bertahap meningkat selama lima tahun terakhir menjadi 77% pada 9M24.
CGS International Sekuritas Indonesia mencermati bahwa klaim asuransi telah melampaui premi selama setahun terakhir, dengan tren utamanya terlihat pada kuartal III-2024. Hal ini dinilai berdampak pada kinerja sejumlah emiten rumah sakit, seperti penurunan volume pasien berbasis asuransi karena penghentian sebagian program cashless dari perusahaan asuransi, serta jumlah hari modal kerja yang lebih panjang karena persetujuan klaim yang lebih ketat dan lebih hati-hati.
“Meskipun beberapa rumah sakit telah melakukan negosiasi ulang dan meningkatkan operasional pada Oktober 2024, menurut kami pemulihan trafik pengunjung akan terjadi secara bertahap dalam dua kuartal ke depan karena penyedia asuransi terus menyempurnakan produk dan proses pembayaran mereka,” tulis tim riset CGS Sekuritas, yang dikutip Rabu (11/12/2024).
Baca Juga
Ini Top 10 Saham Undervalued Sektor Kesehatan, Ada TSPC, SIDO, dan KLBF
Adapun, di tengah pengawasan terhadap penyedia asuransi swasta, CGS melihat PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) dapat membukukan kenaikan pangsa volume di kuartal-kuartal mendatang karena operasi mereka yang berskala nasional. Serta, terdapat kemungkinan bahwa kinerja sektor kesehatan akan segera mengalami pemulihan.
Terlebih lagi, sejumlah rumah sakit tersebut mengalami peningkatan volume pasien pada Oktober 2024, yang menunjukkan bahwa volume pasien di kuartal III-2024 kemungkinan akan menjadi titik terendah. Namun, volume pada Oktober 2024 masih di bawah volume pada kuartal II-2024.
“Oleh karena itu, kami memperkirakan pendapatan akan pulih secara bertahap,” terangnya.
Menurutnya, kecil kemungkinan bahwa rumah sakit akan mengalami penurunan trafik lebih lanjut hingga kuartal IV-2024. Namun, pertumbuhan laba sejumlah emiten tersebut pada tahun 2025 diproyeksi lebih lambat 7-8% dibandingkan proyeksi tahun 2024 sebesar 31%.
Baca Juga
AAJI Catat Klaim Asuransi Kesehatan Naik 37,2% Jadi Rp 20,9 Triliun hingga Kuartal III 2024
CGS mencermati, keberhasilan eksekusi kebijakan jangka panjang pemerintah yaitu kebijakan kelas standar dan penyesuaian INA-CBG atau biaya pelayanan kesehatan yang dibayarkan oleh BPJS, flow pasien yang lebih baik dari yang diperkirakan, dan kenaikan volume kunjungan yang lebih tinggi dari yang diperkirakan, akan mendorong perbaikan kinerja sektor ini.
Kendati demikian, terdapat beberapa faktor yang akan membayangi kinerja sektor kesehatan seperti biaya pra-operasi rumah sakit baru yang lebih tinggi dari perkiraan, dan kenaikan harga yang lebih rendah dari perkiraan.
Oleh sebab itu, CGS Sekuritas memberikan rekomendasi hold saham HEAL dengan target harga Rp 1.330 dan hold saham MIKA dengan target harga Rp 2.600, dan hold saham SILO dengan target harga Rp 2.850.

