Biaya Membengkak, Target Harga Saham Merdeka Battery (MBMA) Dipangkas
JAKARTA, Investortrust.id – Target harga saham PT Merdeka Battery Materials (MBMA) direvisi turun, seiring dengan asumsi lonjakan biaya produksi feronikel (nickel pig iron/NPI), dibandingkan perkiraan semula. Sedangkan pertumbuhan laba bersih tahun depan diprediksi melesat.
Peningkatan biaya tersebut terlihat dari realisasi keuangan MBMA hingga Juni 2023 dengan kondisi berbalik menjadi rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi US$ 19,65 juta pada semester I-2023, dibandingkan peridoe sama tahun lalu dengan laba bersih US$ 33,42 juta.
Baca Juga
Harga IPO Rp 780, Market Cap Barito Renewables (BREN) Langsung Gusur GOTO
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun target laba bersih perseroan tahun ini menjadi US$ 20 juta, dibandingkan perkiraan semula senilai US$ 51 juta. Sedangkan perkiraan pendapatan diprediksi masih sama senilai US$ 1,44 miliar. Kenaikan biaya membuat margin keuntungan bersih (NPM) dipangkas dari semula 3,5% menjadi 1,4%.
“Manajemen perseroan menyebutkan bahwa rata-rata harga jual NPI cenderung stabil dalam kisaran US$ 14-15 ribu per ton. Angka tersebut sudah sesuai harapan kami dengan prediksi cenderung stabil sepanjang tahun 2023. Namun, gross margin perseroan menunjukkan penurunan besar akibat pengoeprasian smelter ZHN yang dibarengi dengan produksi yang masih kecil,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan dalam riset yang diterbitkan kemarin.
Baca Juga
Bank Mandiri (BMRI), Sukses Digitalisasi yang Melambungkan Profitabilitas
Melihat kondisi tersebut, dia mengatakan, BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik rata-rata produksi NPI sebanyak 12% menjadi US$ 14.675 per ton. Hal ini membuat target laba bersih perseroan tahun ini direvisi turun.
Dengan revisi turun target kinerja keuangan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas memilih untuk memangkas turun target harga saham MBMA dari Rp 1.000 menjadi Rp 970 per saham dengan rekomendasi dipertahankan beli. “Meski direvisi turun, saham MBMA masih atraktif,” tulisnya.
Baca Juga
Beban Pokok Melonjak, Merdeka Battery (MBMA) Berbalik Merugi
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan penurunan laba bersih MBMA menjadi US$ 20 juta tahun 2023 dan diharapkan terbang menjadi US$ 200 juta pada 2024, dibandingkan realisasi tahun 2022 senilai US$ 21 juta.
Sedangkan pendapatan diharapkan meningkat menjadi US$ 1,44 miliar tahun 2023 dan kembali naik menjadi US$ 2,44 miliar pada 2024, dibandingkan perolehan tahun lalu senilai US$ 456 juta.

