Sekuritas Ini Pangkas Target Harga Saham Summarecon (SMRA), Berikut Pemicunya
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas memangkas turun target harga saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dari Rp 1.000 menjadi Rp 800 per saham. Meski demikian saham ini tetap dipertahankan rekomendasi beli.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Ismail Fakhtri Suweleh mengatakan, pemangkasan target harga tersebut menggambarkan rendahnya pencapaian penjualan marketing (marketing sales) hingga Oktober 2024. Sedangkan kinerja keuangan hingga periode tersebut masih sesuai dengan perkiraan.
Baca Juga
Intip Target Harga Saham Summarecon (SMRA) saat Marketing Sales Turun
“Meski pencapaian pendapatan masih kuat hingga kuartal III-2024, penjualan marketing property perseroan sampai Oktober 2024 baru mencapai Rp 3,2 triliun atau masih tertinggal dari target kami,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (4/12/2024).
Melihat realisasi yang rendah tersebut, dia mengatakan, BRI Danareksa Sekuritas memilih untuk merevisi turun target tahun ini dari semula Rp 4,58 triliun menjadi Rp 4,33 triliun. Sebaliknya pendapatan direvisi naik dari Rp 7,45 triliun menjadi Rp 9,66 triliun dan perkiraan laaba bersih direvisi naik dari Rp 863 miliar menjadi Rp 1,20 triliun.
Estimasi Kinerja Keuangan SMRA
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa tingginya pencapaian pendapatan hingga September disumbangkan dari penjualan property SMRA yang masih pesat pada kuartal II-2022 hingga kuartal II-2023. Sedangkan marketing sales yang rendah kali ini bakal mulai berimbas terhadap kinerja keuangan perseoran tahun 2025-2026.
Sebelumnya, Sucor Sekuritas telah terlebih dahulu memangkas target marketing sales SMRA tahun 2024 dari Rp 5 triliun menjadi Rp 4,43 triliun. Begitu juga dengan marketing sales tahun 2025 dipangkas dari target semula Rp 5,35 triliun menjadi Rp 4,83 triliun.
Baca Juga
IHSG Rabu (4/12/2024) Cenderung Naik, Saham RAJA, MEDC, ANTM, TLKM Layak Dipantau
Sebaliknya target kinerja keuangan SMRA direvisi naik tahun ini. Target laba bersih direvisi naik dari Rp 955 miliar menjadi Rp 1,05 triliun. Perkiraan pendapatan juga direvisi naik dari Rp 9,11 triliun menjadi Rp 9,49 triliun.Revisi naik target kinerja keuangan tahun 2024 tersebut mencerminkan pesatnya pertumbuhan marketing sales perseroan tahun 2023.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham SMRA dengan target harga Rp 810. Target harga tersebut juga mempertimbangkan peningkatan kontribusi pendapatan berulang (recurring incomes) terhadap kinerja perseroan setelah peluncuran beberapa mall baru.
Grafik Saham SMRA

