Konversi Utang Jadi Saham Dua Debitur, Bakrie & Brothers (BNBR) bakal Menjadi Perusahaan Bebas Utang
JAKARTA, investortrust.id – Manajemen PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menegaskan utang kepada Eurofa Capital Investment Inc dan Silvery Moon Investment Ltd akan lunas melalui konversi menjadi saham. Konversi ini telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham.
“Dengan pdisetujuinya penerbitan saham baru ini, maka utang perseroan kepada Eurofa dan SMIL akan dikonversi menjadi modal ditempatkan dan disetor penuh, serta seluruh utang perseroan kepada Eurofa dan SMIL menjadi lunas,” jelas Direktur & Chief Financial Officer (CFO) BNBR Roy Hendrajanto M. Sakti, menjawab investortrust.id, baru-baru ini.
Baca Juga
Tok, Pemegang Saham Bakrie & Brothers (BNBR) Setujui Private Placement Senilai Rp 855 Miliar
Kondisi lunas, terhitung bila private placement dalam rangka konversi utang menjadi saham senilai maksimal Rp 855 miliar rampung. “Sudah (lunas). Jadi seperti diketahui, kami melakukan restrukturisasi utang dari 2016. Eurofa ini memang kreditur kami dan SMIL juga sudah cukup lama, ini adalah bagian akhir dari tahap restrukturisasi (utang) kami,” tambah Roy.
Rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement tersebut, telah disetujui investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Melalui mekanisme itu, perusahaan akan menerbitkan saham baru sebanyak 13,35 miliar saham biasa Seri E dengan harga pelaksanaan Rp 64 per saham. Jumlah ini setara 7,7% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah pelaksanaan PMTHMETD.
Penerbitan saham baru tersebut akan digunakan untuk mengonversi utang perseroan kepada Eurofa dan SMIL. Utang Bakire & Brothers kepada Eurofa senilai US$ 50 juta atau Rp 750 miliar, akan dikonversi menjadi saham baru sebanyak 11,71 miliar lembar.
Adapun, utang kepada SMIL disepakati untuk dikonversi menjadi saham baru dengan nilai Rp 105 miliar atau sebanyak maksimal 1,64 miliar lembar melalui skema private placement.
Baca Juga
Nilai tersebut merupakan sisa dari awal utang perseroan kepada SMIL sebesar Rp 465,11 miliar yang telah diselesaikan senilai Rp 360,1 miliar sampai tanggal jatuh tempo 30 September 2024.
“Jadi, insyaAllah setelah ini BNBR sudah tidak ada tanggungan utang lagi. Kalau pun ada, itu memang utang-utang modal kerja yang ada di unit-unit. Jadi itu modal kerja yang dipakai untuk kegiatan usaha perseroan,” sambung Roy.
Setelah konversi utang rampung, total liabilitas Bakrie & Brothers disebut akan turun Rp 855 miliar. Sehingga berdasarkan posisi keuangan per 30 Juni 2024, total liabilitas perseroan akan mengalami penurunan dari Rp 4,48 triliun menjadi Rp 3,62 triliun.
Di sisi lain, ekuitas Bakrie & Brothers juga meningkat dari Rp 2,78 triliun menjadi Rp 3,64 triliun. Dengan peningkatan ini, rasio total aset lancar terhadap total liabilitas jangka pendek perseroan juga akan meningkat dari 102,17% menjadi 130,28%.
Baca Juga
Pangkas Beban Keuangan, Bakrie & Brothers (BNBR) akan Konversi Utang Dua Kreditur Ini
Adapun rasio liabilitas terhadap ekuitas perseroan akan mengalami penurunan dari sebelumnya 1,61x menjadi 1,00x. “Rasio liabilitas terhadap total aset perseroan juga akan mengalami penurunan dari sebelumnya 0,62x menjadi 0,50x,” kata Roy.
Perbaikan rasio aset terhadap liabilitas perusahaan, rasio utang terhadap liabilitas, dan rasio aset lancar terhadap liabilitas, Roy sebut akan membuat perusahaan menjadi ramping.
“Di dalam balance sheet tidak ada lagi utang, semua masuk ke equity, tidak ada lagi beban utang. Jadi kalau tidak ada beban utang, profitabilitas meningkat,” tegasnya.
Baca Juga
Manajemen menginformasikan, aksi korporasi berupa private placement tersebut merupakan tahap akhir dari rangkaian penyelesaian proses restrukturisasi utang perseroan yang telah dijalankan sejak 2016.
Perseroan telah menghapuskan saldo defisit senilai Rp 19,5 triliun per 31 Desember 2023, berubah menjadi positif saldo laba ditahan Rp 636,2 miliar per 30 September 2024.
Hasil itu berasal dari upaya sekian tahun proses restrukturisasi berlangsung, disusul dengan aksi korporasi Kuasi Reorganisasi yang telah efektif pada 22 Agustus 2024 lalu.
Grafik Saham BNBR

