IHSG Ditutup Berbalik Koreksi, tapi Saham Ini Berhasil Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/2/2024), berbalik melemah 12,53 poin (0,17%) menjadi 7.316,11. IHSG bergerak dalam rentang 7.289,34-3.337,92 dengan nilai transaksi Rp 12,79 triliun.
Pelemahan IHSG dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti saham sektor teknologi 1,90%, sektor properti 0,75%, sektor konsumer primer 0,53%, sektor konsumer primer 0,53%, dan sektor transportasi 0,32%.
Baca Juga
Saat Harga Turun, Investor Ini Divestasi Sebagian Saham Galva (GLVA)
Sebaliknya penguatan melanda beberapa sektor saham berikut, yaitu saham sektor material dasar 1,37%, sektor infrastruktur 0,58%, dan sektor konsumer non primer 0,06%.
Meski IHSG turun, kelima saham berikut torehkan penguatan harga pesat, sepeti saham PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) naik hingga auto reject atas (ARA) Rp 54 (34,62%) menjadi Rp 210, PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) naik Rp 42 (19,44%) menjadi Rp 258, PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) naik Rp 19 (19%) menjadi Rp 119, PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) naik Rp 32 (15,69%) menjadi Rp 236, dan PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) naik Rp 23 (15,33%) menjadi Rp 173.
Sebaliknya pelemahan melanda sejumlah saham berikut, yaitu PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), saham PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX), PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP), PT Indah ALuminium Industry Tbk (INAI), dan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII).
Baca Juga
Austindo Nusantara (ANJT) Cetak Penjualan US$ 236,51 Juta di 2023
Kemarin, IHSG BEI ditutup melesat sebanyak 43,32 poin (0,59%) menjadi 7.328,64. Pemodal asing akhirnya berbalik merealisasikan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 23,66 miliar
Net buy terbanyak melanda lima saham ini, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 199,57 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 102,16 miliar, PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) Rp 68,01 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 46,58 miliar, dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp 25,32 miliar.

