IHSG Dikepung Sentimen Geopolitik dan Inflasi, 6 Saham Layak Pantau Sepekan
JAKARTA, investortrust.id – Pergerakan pasar saham diperkirakan akan dibayangi sejumlah sentimen skala global. Kendati begitu, sokongan sentimen domestik yang kuat membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menembus level psikologis 7.000 sepekan ke depan.
Tim Riset PT Lotus Andalan Sekuritas, menyebut, perdagangan pasar finansial global sedang dihantui masalah geopilitik dan kepungan inflasi. Pecahnya pertempuran baru antara Palestina dan Israel pada skala yang belum pernah terjadi dalam beberapa dekade terakhir memunculkan ancaman baru bagi stabilitas politik dan ekonomi dunia.
“Belum lagi selesai perang Rusia-Ukraina, ketegangan di Timur Tengah ini akan memperburuk kondisi stagflasi global. Potensi inflasi mungkin tidak terlalu tinggi lagi dari level saat ini, namun mempertegas frase "higher for longer". Higher di sini terkait dengan inflasi, suku bunga dan yield obligasi,” tulis Lotus Andalan Sekuritas dalam risetnya, akhir pekan ini.
Baca Juga
Disebutkan, suku bunga dan yield mungkin dapat turun dengan satu syarat, sekalipun inflasi masih tinggi. “Syaratnya pertumbuhan ekonomi harus lebih lambat lagi hingga mampu mendongkrak angka pengangguran dan menekan upah kerja,” terangnya.
Namun jika kondisi ini terjadi, dampak berikutnya akan menekan laba korporasi yang juga tidak disukai investor. Jadi tidak ada pilihan yang baik disini. Investor menginginkan situasi di mana ekonomi tidak memanas namun juga tidak terlalu dingin hingga berpotensi resesi.
Baca Juga
Berburu Proyek hingga Sulawesi, Widiant Jaya (WIDI) Harap Rugi Bersih Susut
Kondisi ideal yang demikian menurut Tim Lotus Sekuritas sering disebut sebagai "goldilocks economy". “Tanpa perang, goldilocks akan lebih mudah terjadi. Namun dengan terjadinya peperangan dan ketegangan geopolitik di banyak tempat, rasanya sulit terjadi,” imbuhnya.
Kendati begitu, IHSG dinilai cukup beruntung dibanding bursa kawasan, karena potensi menggapai level 7.000 masih tetap terbuka. IHSG disokong oleh stablitas ekonomi domestik dan berjalannya tahun politik yang tampak relatif stabil dan aman.
Skenario IHSG Sepekan
Sementara dalam kesempatan berbeda Indonesia Investment Education (IIE) menyampaikan dua skenario pergerakan IHSG sepekan ke depan.
Secara teknikal, skenario bullish meramal IHSG berpotensi rebound menuju target resistance di level 6.970 dan resistance up channel di 7.065.
Baca Juga
Top Broker Pekan Ini, CGS-CIMB Sekuritas Catat Nilai Transaksi Rp 10,51 Triliun
“Artinya IHSG akan rebound dari support up channel & EMA200 di level 6.857 menuju titik resistance,” papar Investment Consultant IIE Rita Efendy dalam riset mingguan yang diterbitkan akhir pekan ini.
Sementara untuk skenario bearish, akan terjadi bila IHSG tertahan di resistance downtrend line dan FR61,8% di level 6.968.
“Gagal break level tersebut, indeks berpotensi kembali koreksi menuju support di 6.840 dan membuka peluang membentuk head and shoulders menuju level 6.635,” papar Rita.
Adapun saham-saham pilihan sepekan ke depan, IIE mencermati saham BBRI, MAHA, ACES, ADMR, DEWA dan MEDC. Berikut target harga teknikal saham tersebut:
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
Rebound dari support EMA200hari dan akan tes resistance down channel disekitar 5.350. Break level tersebut, BBRI akan menuju target di 5.650 dan last high di 5.750.
PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA)
Rebound dari support 218. Terlihat throwback sudah selesai dan MAHA berpotensi kembali rally menuju target rounding bottom di 280.
PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES)
Koreksi namun tetap bertahan diatas support 775. Kenaikan lanjutan akan menguji last high di 815 yang jika terlewati akan membuka peluang kembali rally menuju 915.
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR)
Koreksi dan tertahan disekitar support FR78,6% di 1.170 dan support uptrend line. Rebound dari level ini, ADMR akan menguji resistance di 1.360, namun jika break level tersebut ADMR akan menuju 1.645.
PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
Koreksi namun bertahan diatas support yang sebelumnya menjadi resistance di 71. Rebound lanjutan, DEWA akan menguji last high di 83 yang jika telewati akan membuka peluang kembali rally menuju 100.
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
Bergerak sideways dalam beberapa hari dalam range 1.500 – 1.420. Jika break resistance di 1.500 akan membuka peluang rally menuju target flag pattern di 1,725.

