IHSG Menguji Resistance 7.100, 6 Saham Ini Layak Pantau Sepekan
JAKARTA, investortrust.id – Pasar saham diyakini berpeluang melanjutkan penguatan sepekan ke depan, periode 27 November 2023 – 1 Desember 2023.
Minat beli pelaku pasar yang mulai muncul pada perdagangan pekan lalu diperkirakan berlanjut pekan ini. Pekan lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menggapai level psikologis 7.000.
Retail Equity Research PT KB Valbury Sekuritas Adrian Alamsyah Saputra mengatakan, jika bisa bertahan di resistance 7020 – 7040, maka IHSG berpotensi menguat ke level 7.100.
‘’Sebaliknya jika IHSG belum mampu bertahan di atas level tersebut maka ada peluang IHSG mengalami koreksi menuju support areanya pada level 6.850-6.900,’’ ulas Adrian dalam riset mingguan yang dikutip, Minggu (26/11/2023).
Baca Juga
BEI Apresiasi Perkembangan Pasar Modal Syariah di Jawa Timur
Sejumlah katalis positif diperkirakan akan menyokong pergerakan pasar saham sepekan ke depan. Salah satunya rilis data inflasi Indonesia. Konsensus memprediksi inflasi akan berada di angka 2,71% (yoy) sedikit lebih tinggi dibanding sebelumnya yang sebesar 2,56% (yoy).
‘’Selain itu, di akan ada rilis data PMI Manufaktur dari beberapa negara seperti China (versi NBS & Caixin), Amerika Serikat dan juga Indonesia,’’ urainya.
Sebagaimana diketahui, IHSG ditutup menguat tipis 0,08% atau 5,28 poin ke 7.009,63 pada Jumat, (24/11/2023). Sementara selama sepakan lalu, IHSG mencatatkan penguatan sebesar 0,46% dibanding pekan lalu.
Keputusan BI yang mempertahankan tingkat suku bunga acuan kembali di level 6% (sesuai perkiraan konsensus) menjadi katalis positif bagi pasar pekan lalu. Keputusan menahan suku bunga ini seiring dengan upaya BI dalam menjaga dampak ketidakpastian global dan untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.
Baca Juga
Deretan Orang Tajir Ini Membagi Tips Sukses, Simak Kata Warren Buffett & Bill Gates
Selain itu, terdapat rilis kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal-III yang membaik di tengah ketidakpastian situasi global. ‘’Sektor teknologi cukup menarik perhatian dengan penguatan 15,59% dalam sepekan. Saham-saham teknologi dan bank digital kompak mengalami kenaikan yang cukup signifikan,’’ pungkas Adrian.
Ditempat terpisah, Tim Riset Indonesia Investment Education (IIE) membuat dua skanerio pergerakan IHSG pekan ini, bullish dan skenario bearish.
Untuk skenario bullish, jika IHSG break resistance jangka pendek di 6.887, maka IHSG berpotensi membentuk inverted head and shoulders menuju target di 7.145.
Sedangkan IHSG akan bearish jika menguat namun gagal break upper bollinger bands dan last high di 7.046. ‘’Shooting star candle yang terbentuk bisa menjadi ciri awal pembalikan arah,’’ tulis Tim Riset Teknikal IIE.
Adapun saham-saham pilihan IIE pekan ini terdiri dari:
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
• Rebound dari support di 4.950. • Kenaikan lanjutan akan tes last high di 5.425. • Dalam jangka panjang BBNI masih berpeluang membentuk ascending triangle dengan target di 5.900.
PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)
• Menguat dan break resistance di 890/910. • Potensi kenaikan lanjutan, ASSA akan menuju target double bottom di 1,095. • Overall dalam jangka panjang ASSA masih bearish.
PT Bank Neo Commerce Indonesia Tbk (BBYB)
• Break resistance di 302 dengan volume besar. • Selama koreksi tertahan disekitar 300, BBYB berpotensi membentuk cup with handle pattern dengan target di 434. • Overall dalam jangka panjang BBYB masih bearish.
PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
• Rebound dari last low di 444 dan break resistance downchannel di 472. • Potensi rebound lanjutan menuju 496/515/530. • MACD berpotensi membentk golden cross. • Minervini score 6 dari 8.
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)
• Koreksi dan bertahan di point B di 2.540. • Tetap bertahan di level tersebut, ADRO berpotensi kembali rally menuju PRZ crab pattern di 2.900.
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
• Bergerak sideways dalam beberapa hari dan kembali akan menguji resistance di 610/615. • Break level tersebut, SMRA berpotensi membentuk inverted head and shoulders pattern dengan target di 735.

