IHSG Sesi I Anjlok 0,49%, Saham TOSK dan ADRO Catat Penurunan Terdalam
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (28/11/2024), ditutup anjlok sebanyak 35,43 poin (0,49%) menjadi 7.210,46. Pergerakan indeks dalam rentang 7.202-7.249.
Koreksi tersebut dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi terjun 2,72% akibat kejatuhan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) usai cum dividen. Sektor infrastruktur turun 1%, sektor transportasi turun 0,51%, sektor teknologi turun 1,14%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor kesehatan, consumer primer, dan industry.
Baca Juga
Tetapkan Harga Pelaksanaan Rp 5.550, Adaro Andalan (AADI) Raih Pernyataan Efektif IPO Saham
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham pagi ini berhasil melesat, seperti saham PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD) naik 28,57% menjadi Rp 126, PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) naik 26,87% menjadi Rp 170, PT Jakarta International Hotesl & Development Tbk (JIHD) naik 24,61% menjadi Rp 2.380, PT Voksel Electric Tbk (VOKS) menguat 22,14% menjadi Rp 320, dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) menguat 18,50% menjadi Rp 9.450.
Sebaliknya penurunan dalam melanda saham PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) hingga auto reject bawah (ARB). Pelemahan juga melanda saham PT Steafy Safe Tbk (SAFE), PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK), dan PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI).
IHSG pada perdagangan Selasa (26/11/2024) atau sebelum pilkada serentak ditutup anjlok sebanyak 68,22 poin (0,93%) menjadi 7.245,89. Pemodal asing lagi-lagi mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 594,12 miliar, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 307,18 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 183,61 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 183,29 miliar.
Baca Juga
Melonjak 352,89%, Bappebti Catat Total Transaksi Kripto Tembus Rp 475 Triliun per Oktober 2024
Koreksi ini dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi 1,07%, sektor keuangan 0,93%, sektor teknologi 0,74%, sektor consumer primer 0,57%, sektor consumer non primer 0,58%, dan sektor infrastruktur 0,25%. Satu-satunya sektor saham yang berhasil naik sektor property 0,74%.
Meski IHSG anjlok, dua saham ini torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA) saham PT Voksel Electric Tbk (VOKS) melesat 34,36% menjadi 262 dan PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) naik 24,84% menjadi Rp 1.910.
Grafik IHSG

